Pembalap Moto2 Mario Aji dan Moto3 Veda Ega Pratama saat tur di Yogyakarta, Minggu (19/7/2026). (Foto. BahteraJateng/HH)

Sultan HB X Suntik Semangat Pembalap Veda Ega dan Mario Aji Hadapi Persaingan Balap Dunia

YOGYAKARTA[BahteraJateng] – Gubernur DIY Sri Sultan HB X memberikan motivasi kepada pembalap Moto3 asal Yogyakarta, Veda Ega Pratama, dan pembalap Moto2 asal Magetan, Mario Suryo Aji, agar tampil percaya diri saat bersaing di ajang balap dunia.

Kedua pembalap tersebut berkunjung ke Keraton Yogyakarta pada Minggu (19/7/2026) sebelum melanjutkan persiapan menuju Sirkuit Mandalika untuk menghadapi paruh kedua musim Moto2 dan Moto3.

Dalam pertemuan itu, Sri Sultan HB X menekankan pentingnya memiliki mental juara. Menurutnya, seorang pembalap tidak boleh merasa gentar atau kalah sebelum memasuki lintasan.

“Harus punya kesadaran bahwa tidak perlu punya kekhawatiran, susah, angel. Harus punya motivasi untuk memenangkan setiap pertandingan, punya kemauan. Kita hanya bisa menyampaikan harapan. Kalau dirinya sendiri hatinya kecil ya sudah, kan susah,” ujar Sultan.

Sultan menjelaskan bahwa setiap pembalap yang tampil di level internasional menghadapi tekanan yang sama, sehingga tidak ada alasan bagi pembalap Indonesia untuk merasa minder. Yang terpenting adalah memiliki tekad kuat untuk terus berjuang meraih hasil terbaik.

“Kenapa harus berhati kecil? Sama saja risikonya. Siapa saja yang juara itu bergantian. Jadi kita harus fight, punya motivasi untuk fight. Yang bisa memberi motivasi itu dirinya sendiri, kami hanya mendukung,” katanya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama InJourney Ahmad Fajar mengatakan, pihaknya sengaja mengajak Veda Ega dan Mario Aji menemui Sri Sultan HB X untuk memohon doa restu sekaligus nasihat. Terlebih, Veda merupakan putra daerah Yogyakarta yang diharapkan mampu menginspirasi lahirnya pembalap-pembalap muda Indonesia.

“Kami berharap Ngarsa Dalem memberikan doa restunya supaya local heroes di Indonesia semakin bertambah. Kita ingin menciptakan pembalap-pembalap baru yang bisa mewakili Indonesia di mata dunia,” ujarnya.

Ia juga berharap kehadiran pembalap Indonesia dapat semakin meningkatkan antusiasme masyarakat pada gelaran MotoGP Indonesia di Sirkuit Mandalika yang akan berlangsung pada 9–11 Oktober 2026.

“Karena MotoGP tanggal 9, 10, dan 11 Oktober mendatang kami harapkan akan jauh lebih ramai lagi karena ada pahlawan Indonesia. Kami mohon arahan dan doa restu dari Ngarsa Dalem,” tambahnya.

Menanggapi peluang pembangunan sirkuit di kawasan wisata yang dikelola InJourney di Yogyakarta, Ahmad mengaku hingga kini belum ada rencana ke arah tersebut. Menurutnya, Sirkuit Mandalika masih menjadi pusat pembinaan pembalap berstandar internasional di Indonesia.

Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan pembangunan sirkuit latihan apabila tersedia lahan yang memadai dan mendapat dukungan dari pemerintah daerah.

“Sementara dari kami belum ada rencana ke sana. Tapi kalau ada peluang, kenapa tidak. Itu tentu harus dikoordinasikan dengan pemerintah daerah, kecuali jika ada penugasan dari InJourney atau ITDC,” jelasnya.

Usai menyelesaikan agenda di Yogyakarta, Veda Ega Pratama dan Mario Aji dijadwalkan bertolak ke Sirkuit Mandalika untuk menjalani sesi latihan sebelum melanjutkan program persiapan di Inggris dan Spanyol.

“Besok (Senin) mereka akan berlatih di Sirkuit Mandalika, berangkat dari Bandara YIA,” tutup Ahmad.

Pembalap Moto3 Veda Ega Pratama menyampaikan rasa terimakasih karena telah dipertemukan dengan Sri Sultan HB X.

“Ya senang dan bangga lah bisa dikasih kesempatan bertemu dengan pak Sultan dan terimakasih atas dukungannya selama ini,” ujarnya.

Dirinya yang ditempa dari sirkuit sederhana di Pasar Hewan Siyono, Gunungkidul ini menyampaikan kepada para pembalap lainya supaya keterbatasan tidak menjadi halangan untuk meraih prestasi.

“ya kita maksimalkan apa yang ada aja sih,” tuturnya.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *