Komisi D Sidak Sekolah Rakyat Rowosari, Soroti Kebutuhan Guru dan Daya Tampung
SEMARANG[BahteraJateng] – Komisi D DPRD Kota Semarang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Sekolah Rakyat (SR) di Kelurahan Rowosari, Kecamatan Tembalang pada Kamis (16/7/2026).
Dalam kunjungan tersebut, para anggota dewan meninjau pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus mengecek sarana dan prasarana sekolah yang baru beroperasi itu.
Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Mualim, mengapresiasi kehadiran Sekolah Rakyat yang menjadi sekolah berasrama dengan jenjang SD, SMP, hingga SMA. Menurutnya, program tersebut merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
“Ini perlu kami apresiasi. Pemerintah, khususnya di Kota Semarang, untuk pertama kalinya memiliki Sekolah Rakyat. Ini menjadi langkah nyata dalam mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Mualim.
Ia menilai fasilitas yang tersedia sudah memadai, mulai dari ruang kelas, asrama, hingga sistem pembelajaran. Selain itu, seluruh siswa memperoleh pendidikan secara gratis, termasuk kebutuhan makan selama tinggal di asrama.
Meski demikian, Komisi D memberikan sejumlah catatan. Salah satunya terkait daya tampung siswa yang saat ini berjumlah 270 orang, terdiri atas masing-masing 90 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA, sementara jumlah tenaga pendidik hanya sekitar 20 guru.
Menurut Mualim, pemerintah perlu segera menambah jumlah guru, termasuk melalui penempatan tenaga PPPK, serta memperkuat jumlah wali asuh dan layanan psikolog bagi para siswa yang tinggal di asrama.
“Kami berharap ada penambahan guru agar beban mengajar tidak terlalu berat. Selain itu, ke depan seluruh anak yang mendaftar di Sekolah Rakyat juga diharapkan dapat tertampung,” katanya.
Komisi D menyatakan akan terus mengawal pengembangan Sekolah Rakyat agar mampu memberikan layanan pendidikan yang optimal bagi masyarakat kurang mampu di Kota Semarang.

