Suharsono Bekali Pelaku UMKM Gondoriyo Strategi Pemasaran Hadapi Persaingan
SEMARANG[BahteraJateng] – Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Suharsono, membekali puluhan pelaku UMKM di Kelurahan Gondoriyo, Kecamatan Ngaliyan, dengan strategi pemasaran untuk meningkatkan daya saing usaha di tengah persaingan pasar yang semakin ketat.
Pembekalan tersebut disampaikan dalam Pelatihan Kursus Singkat Batch 2 yang diselenggarakan Dinas Koperasi dan Usaha Mikro bersama DPRD Kota Semarang pada Jumat (17/7).
Dalam materi bertajuk Strategi Pemasaran: Memahami Pasar, Membangun Nilai, dan Memenangkan Persaingan, Suharsono menegaskan bahwa keberhasilan usaha saat ini tidak hanya diukur dari banyaknya penjualan, tetapi juga kemampuan menciptakan nilai dan membangun hubungan dengan pelanggan.
“Strategi pemasaran yang baik bukan hanya tentang menjual, tetapi tentang menciptakan nilai dan membangun hubungan,” ujar Suharsono.
Ia mengajak peserta memetakan kondisi usahanya melalui analisis SWOT sederhana. Menurutnya, pelaku UMKM di Semarang memiliki keunggulan berupa kedekatan dengan pelanggan dan karakter lokal yang kuat, meski masih menghadapi tantangan dalam meningkatkan visibilitas di platform digital.
Politikus PKS tersebut juga menyoroti besarnya peluang pasar seiring pertumbuhan kelas menengah dan semakin luasnya digitalisasi. Ia mendorong pelaku usaha agar berani memanfaatkan peluang tersebut untuk mengembangkan bisnis.
Selain itu, ia memperkenalkan konsep bauran pemasaran 7P, yakni produk, harga, tempat, promosi, orang, proses, dan bukti fisik sebagai strategi yang harus diterapkan secara terpadu agar usaha mampu bersaing.
Dalam menghadapi perkembangan pemasaran digital, Suharsono menilai kolaborasi dengan kreator lokal berskala kecil lebih efektif karena dinilai mampu membangun kedekatan dan kepercayaan konsumen.
“Storytelling yang jujur dan kolaborasi dengan kreator lokal jauh lebih membekas di hati konsumen, dibanding sekadar viral sesaat,” katanya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika dalam berbisnis, terutama di ruang digital, dengan mengedepankan kejujuran dalam menyampaikan informasi produk.
“Kepercayaan yang dibangun lewat kejujuran akan jauh lebih menguntungkan dalam jangka panjang, dibanding keuntungan sesaat dari cara-cara yang manipulatif,” tegasnya.
Melalui pelatihan tersebut, Suharsono berharap pelaku UMKM di Gondoriyo semakin percaya diri mengembangkan usahanya, baik melalui pemasaran konvensional maupun digital, sehingga mampu naik kelas dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Kota Semarang.

