Mahasiswa Unwahas KKN di Kendal
Unwahas Semarang melepas 671 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode ke-37 Tahun 2026 pada Sabtu (25/7). (Dok. Humas Unwahas)

Unwahas Terjunkan 671 Mahasiswa KKN di Kendal, Fokus Tekan Stunting dan Cegah Narkoba

SEMARANG[BahteraJateng] – Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang melepas 671 mahasiswa untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Periode ke-37 Tahun 2026 pada Sabtu (25/7). Selama satu bulan, para mahasiswa akan diterjunkan ke 28 desa di lima kecamatan di Kabupaten Kendal dengan fokus mendukung penurunan angka stunting dan pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Pelepasan mahasiswa KKN dihadiri Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah Brigjen Pol. Agus Rohmat, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr. Elhamangto Zudhan, Rektor Unwahas Prof. Helmy Purwanto, beserta jajaran pimpinan universitas.

Sebelum diterjunkan ke lokasi, mahasiswa memperoleh pembekalan mengenai penguatan peran dalam pembangunan kesehatan masyarakat, khususnya pencegahan stunting, serta materi pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unwahas, Dr. Agus Riyanto, mengatakan sebanyak 671 mahasiswa dari 15 program studi akan menjalankan KKN mulai 27 Juli hingga 27 Agustus 2026.

“Mereka akan melaksanakan pengabdian kepada masyarakat di 28 desa yang tersebar pada lima kecamatan di Kabupaten Kendal. Melalui program ini, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan, membangun kolaborasi dengan masyarakat, serta berkontribusi dalam peningkatan kualitas kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan pemberdayaan masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, program KKN menjadi bagian dari komitmen Unwahas dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, jiwa kepemimpinan, dan kemampuan berkolaborasi untuk mendukung pembangunan masyarakat.

Rektor Unwahas Prof. Helmy Purwanto menegaskan KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan bentuk nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat.

“KKN bukan sekadar kegiatan akademik rutin, tetapi merupakan wujud nyata pengabdian perguruan tinggi kepada masyarakat. Melalui KKN ini, mahasiswa Universitas Wahid Hasyim diharapkan mampu hadir sebagai agen perubahan, agen pemberdayaan, sekaligus duta kampus yang membawa nilai-nilai intelektualitas, nilai Aswaja, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala BNNP Jawa Tengah Brigjen Pol. Agus Rohmat menilai mahasiswa memiliki posisi strategis dalam memperkuat daya tangkal masyarakat terhadap penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Ia menjelaskan pembentukan Sobat Bersinar merupakan upaya memperluas partisipasi generasi muda dalam program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN). Melalui program tersebut, mahasiswa diharapkan tidak hanya memahami bahaya narkoba, tetapi juga menjadi penyampai informasi kepada masyarakat di lokasi KKN.

“Hari ini kami tidak hanya memberikan pembekalan tentang bahaya narkoba. Kami ingin mahasiswa KKN Unwahas menjadi Sobat Bersinar, menjadi sahabat dan penggerak pencegahan narkoba di tengah masyarakat. Setelah turun ke desa, pesan Bersinar harus ikut bergerak bersama mereka,” tegas Agus.

Melalui KKN ini, Unwahas berharap berbagai program yang dijalankan mahasiswa dapat memberikan solusi sesuai kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan desa yang mandiri, berdaya, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *