Suharsono
Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Suharsono saat menjadi pembicara dalam Akademi Pemimpin Muda Indonesia (APMI) Core Jawa Tengah 2026 di Kantor DPTW PKS Jawa Tengah, Semarang, Ahad (4/10/2026).(Dok. Humas Fraksi)

Suharsono Sebut Kepercayaan Publik Dibangun dari Rekam Jejak, Bukan Popularitas

SEMARANG[BahteraJateng] — Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Suharsono, menegaskan kepercayaan publik terhadap pemimpin dibangun melalui rekam jejak, konsistensi kerja, dan pengabdian nyata kepada masyarakat, bukan semata-mata popularitas.

Hal itu disampaikan Suharsono saat menjadi pembicara dalam Akademi Pemimpin Muda Indonesia (APMI) Core Jawa Tengah 2026 di Kantor DPTW PKS Jawa Tengah, Semarang, beberapa waktu lalu.

Dalam sesi “Membangun Prestasi dan Reputasi Kader”, dia mendorong kader muda PKS untuk terus meningkatkan kapasitas, menuntaskan tanggung jawab, serta menghadirkan solusi atas persoalan masyarakat.

Menurut Suharsono, reputasi kepemimpinan tidak terbentuk secara instan, tetapi tumbuh melalui konsistensi menjalankan amanah, termasuk dalam menyelesaikan tugas-tugas kecil yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kepercayaan dibangun dari rekam jejak. Ketika amanah kecil tuntas dengan baik dan dirasakan faedahnya oleh masyarakat, kepercayaan publik akan tumbuh,” ujarnya.

Dia menambahkan, personal branding tetap diperlukan agar kontribusi dan kerja nyata seorang kader semakin dikenal masyarakat. Namun, upaya membangun citra diri harus berorientasi pada perluasan manfaat, bukan mengejar pujian.

Suharsono juga mengingatkan kader muda agar tidak menjadikan jabatan sebagai tujuan utama pengabdian.

APMI Core Jateng 2026 digelar Bidang Kepemudaan DPW PKS Jawa Tengah dengan tema “Young Leaders, Future Shapers: Menggerakkan Inovasi, Membumikan Keadilan” untuk menyiapkan kapasitas calon pemimpin masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *