Unwahas dan BAZNAS Kendal Gelar Cek Kesehatan Gratis di Desa Payung
KENDAL[BahteraJateng] — Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) bersinergi dengan Rumah Sehat BAZNAS Kendal menggelar cek kesehatan gratis bagi masyarakat Desa Payung, Kecamatan Weleri, Kabupaten Kendal pada Sabtu (15/8).
Kegiatan yang menjadi salah satu program unggulan KKN Unwahas tersebut digelar di Balai Desa Payung dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari mahasiswa dan dosen Unwahas, tim medis Rumah Sehat BAZNAS Kendal, Pemerintah Kecamatan Weleri, hingga perangkat Desa Payung.

Kolaborasi tersebut ditujukan untuk memberikan akses pemeriksaan kesehatan dasar bagi masyarakat, terutama lansia, dewasa, dan anak-anak. Sejak pagi, ratusan warga antusias mendatangi lokasi untuk mengikuti pemeriksaan secara gratis.
Pelayanan kesehatan diawali dengan pendaftaran, penimbangan berat badan, dan pengukuran tekanan darah. Tim medis Rumah Sehat BAZNAS Kendal juga menyediakan pemeriksaan kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol.

Warga kemudian mendapat kesempatan berkonsultasi dengan dokter mengenai pola hidup sehat dan pencegahan penyakit menahun. Selain itu, peserta memperoleh vitamin serta obat-obatan secara gratis sesuai kebutuhan.
Rektor Unwahas Prof. Helmy Purwanto, turut memantau pelaksanaan kegiatan tersebut. Ia menilai KKN menjadi bagian penting dalam pendidikan mahasiswa karena memberikan pengalaman untuk berinteraksi sekaligus memberi manfaat langsung kepada masyarakat.
“Mahasiswa tidak cukup jika hanya belajar teori, tetapi juga perlu hadir, berinteraksi, memahami, dan sekaligus memberi manfaat kepada masyarakat,” kata Helmy.
Sementara itu, Ketua LPPM Unwahas Agus Riyanto, mengapresiasi sinergi antara kampus, mahasiswa, BAZNAS Kendal, serta pemerintah setempat.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Payung, termasuk setelah masa KKN mahasiswa berakhir.
“Kami berharap program-program yang dilaksanakan tidak berhenti begitu saja ketika masa KKN berakhir. Semoga mahasiswa dapat benar-benar meninggalkan manfaat nyata serta kenangan yang baik bagi masyarakat Desa Payung,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung tertib dan lancar. Sinergi tersebut menjadi bentuk pengabdian perguruan tinggi bersama lembaga sosial dan pemerintah daerah dalam membantu meningkatkan akses serta kesadaran kesehatan masyarakat pedesaan.

