Gotong Royong Warga dan Mahasiswa KKN Warnai Persiapan Lomba HUT RI di Dusun Weru
DEMAK[BahteraJateng] – Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Dusun Weru, Desa Tlogoweru, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, tidak hanya berlangsung melalui berbagai perlombaan. Persiapan kegiatan juga menjadi momentum bagi mahasiswa KKN UIN Walisongo Semarang Posko 93 untuk berbaur dan bekerja bersama masyarakat setempat.
Mahasiswa KKN Posko 93 dipercaya membantu pelaksanaan berbagai perlombaan yang ditujukan bagi anak-anak dan ibu-ibu. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (14/8), selepas salat Jumat hingga menjelang Magrib, dengan memanfaatkan halaman rumah RT di Dusun Weru sebagai lokasi perlombaan.

Sehari sebelum kegiatan berlangsung, persiapan lokasi mulai dilakukan. Sejumlah pemuda turut turun tangan membantu mahasiswa KKN menata area yang akan digunakan sebagai tempat perlombaan. Kursi digunakan untuk membatasi jalan yang telah dicat dan dipersiapkan sebagai arena kegiatan. Para pemuda juga membantu mengatur kendaraan yang hendak melewati lokasi agar persiapan tetap berjalan.
“Saya senang, Mas. Biasanya kalau lomba tinggal lomba. Tidak pernah dicat atau disiapkan seperti ini,” ujar Sukarno, salah satu pemuda yang ikut membantu persiapan sekaligus mengarahkan pengendara yang melintas.

Keesokan harinya, suasana Dusun Weru berubah semakin ramai. Anak-anak mulai berdatangan dan memenuhi lokasi perlombaan. Berbagai permainan telah disiapkan, mulai dari makan kerupuk, estafet karet, memasukkan paku ke dalam botol, cerdas cermat individu, hingga memasukkan air dengan wajah tertutup corong.
Antusiasme anak-anak terlihat sejak proses pendaftaran. Mereka berusaha mengacungkan tangan dan memanggil Danang Kusuma selaku koordinator perlombaan agar dapat mengikuti permainan yang diminati. Ramainya peserta membuat beberapa anak harus bergerak cepat agar dapat terdaftar.
Tidak semua keinginan mereka dapat terpenuhi. Beberapa anak sempat menggerutu karena tidak kebagian lomba yang ingin diikuti. Dalam kondisi peserta yang berdesakan dan saling mengacungkan tangan, terdapat anak yang tidak sempat terlihat oleh koordinator sehingga belum tercatat dalam daftar peserta.
Meski sempat terjadi kekecewaan kecil, perlombaan tetap berlangsung dengan meriah. Anak-anak yang berhasil mengikuti permainan tampak bersemangat bersaing sekaligus bercanda bersama teman-temannya. Sementara itu, ibu-ibu juga turut mengambil bagian dalam beberapa perlombaan sehingga suasana perayaan semakin hidup.
“Alhamdulillah, lomba berjalan lancar dan meriah. Anak-anak juga sangat antusias mengikuti perlombaan. Ibu-ibu juga ikut berpartisipasi sehingga suasananya semakin ramai,” ujar Danang.
Bagi warga Dusun Weru, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi perayaan tahunan. Persiapan yang melibatkan mahasiswa KKN, pemuda, dan masyarakat menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan juga dapat diwujudkan melalui kerja bersama. Dari menyiapkan lokasi hingga mengikuti perlombaan, seluruh rangkaian kegiatan menjadi ruang bagi warga untuk berkumpul, berinteraksi, dan memperkuat rasa kebersamaan.
Sumber : Muh Hasan (Mahasiswa KKN Posko 93 UIN Walisongo)

