|

Sambut HUT ke-81 RI, Tim KKN MIT-22 UIN Walisongo Gelar Islamic Fest untuk Tingkatkan Semangat Santri

UNGARAN[BahtraJateng] – Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 26 menggelar Islamic Fest di Pondok Pesantren Darun Nafiah Al Umrah, Dusun Tugusari, Desa Kandangan, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jumat (14/8/2026) yang  diikuti anak-anak mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga Sekolah Dasar (SD).

Islamic Fest menjadi salah satu rangkaian kegiatan Tim KKN Posko 26 untuk memeriahkan momentum kemerdekaan. Selain menciptakan suasana perayaan yang meriah, kegiatan tersebut dikemas melalui berbagai perlombaan yang berkaitan dengan pendidikan dan nilai-nilai keagamaan.


Beberapa perlombaan yang diselenggarakan meliputi lomba azan, hafalan surat-surat pendek, serta mewarnai kaligrafi. Seluruh perlombaan dilakukan secara individu dengan peserta yang berasal dari anak-anak jenjang TK hingga SD.

Pada lomba hafalan surat-surat pendek, peserta mendapatkan surat yang ditentukan secara acak oleh pihak pengajar pondok. Setelah surat ditentukan, peserta secara langsung membacakan hafalannya di hadapan juri. Sistem tersebut dilakukan untuk melihat kemampuan hafalan sekaligus melatih keberanian peserta tampil di depan orang lain.


Sementara itu, lomba mewarnai kaligrafi memberikan ruang bagi peserta untuk mengekspresikan kreativitas melalui karya seni bernuansa Islami. Setiap peserta mengerjakan karya secara individu dan dinilai oleh juri yang terdiri dari pihak pengajar Pondok Pesantren Darun Nafiah Al Umrah dan perwakilan Tim KKN MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 26.

Pengajar Pondok Pesantren Darun Nafiah Al Umrah, Haikal, menyambut baik pelaksanaan Islamic Fest yang digelar oleh mahasiswa KKN. Menurutnya, keterlibatan mahasiswa membuat kegiatan menyambut kemerdekaan menjadi lebih meriah dan memberikan pengalaman berbeda bagi anak-anak.

“Dengan adanya kakak-kakak KKN semua sangat membantu dalam memeriahkan acara. Lebih terlihat seru dengan adanya kakak-kakak KKN semua dan kesannya lebih berbeda. Di samping itu juga sangat bermanfaat bagi pihak pondok dan untuk anak-anak semua,” ujar Haikal.

Haikal mengatakan bahwa kegiatan Islamic Fest tersebut merupakan kegiatan yang baru pertama kali dilaksanakan di Pondok Pesantren Darun Nafiah Al Umrah. Ia melihat antusiasme anak-anak dalam mengikuti berbagai perlombaan yang diselenggarakan.

“Ini baru pertama kali memang, dulu-dulu juga belum pernah ada. Maka dari itu terasa berbeda, lebih meriah, lebih seru, anak-anak juga antusias dalam mengikuti acara,” tuturnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan keberkahan dan manfaat bagi para santri maupun mahasiswa KKN.

“Semoga ke depannya untuk kita semua dari pihak pondok dan anak-anak lebih berkah ngajinya, lebih bermanfaat ilmunya dari kakak-kakak KKN semua. Semoga mendapatkan ilmu yang berkah dan ke depannya senantiasa diberikan kemudahan dalam hal apa pun,” ujar Haikal.

Sementara itu, Koordinator Desa (Kordes) Tim KKN MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 26, Adnan, mengatakan bahwa Islamic Fest diselenggarakan sebagai bentuk partisipasi mahasiswa dalam memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus memberikan ruang belajar bagi anak-anak.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya ditujukan untuk memeriahkan momentum kemerdekaan, tetapi juga memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar, mengembangkan keberanian, serta menunjukkan kemampuan yang mereka miliki melalui kegiatan yang positif.

“Acara ini bertujuan untuk menyambut kemerdekaan sekaligus memberikan kesempatan kepada anak-anak bangsa untuk belajar dan mengembangkan kemampuan mereka melalui kegiatan yang positif,” ujar Adnan.

Melalui Islamic Fest, Tim KKN MIT-22 UIN Walisongo Semarang Posko 26 berupaya menghadirkan kegiatan yang edukatif sekaligus menyenangkan bagi anak-anak. Kegiatan tersebut juga menjadi bentuk kolaborasi antara mahasiswa dan pihak Pondok Pesantren Darun Nafiah Al Umrah dalam menyemarakkan momentum kemerdekaan melalui kegiatan keagamaan dan pendidikan.

Sumber:  Lubab Jamaludin Arrumi (Mahasiswa KKN UIN Wa;isongo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *