Sidang promosi doktor disertasi Dr. Zulfa Fahmy
Sidang promosi doktor disertasi Dr. Zulfa Fahmy (nomor 4 dari kiri) di Program Studi Ilmu Pendidikan Bahasa, Fakultas Bahasa dan Seni UNNES, Jumat (26/6).(Dok. UIN Walisongo)

Ketua Sidang UNNES Rekomendasikan UIN Walisongo Segera Buka Prodi S1 dan S2 Pendidikan Bahasa Indonesia

SEMARANG[BahteraJateng] – Ketua sidang promosi doktor di Universitas Negeri Semarang (UNNES), Muhamad Burhanudin, merekomendasikan agar UIN Walisongo Semarang segera membuka Program Studi (Prodi) S1 dan S2 Pendidikan Bahasa Indonesia. Rekomendasi tersebut disampaikan usai sidang terbuka disertasi Zulfa Fahmy pada Jumat (26/6).

Menurut Burhanudin, kualitas sumber daya manusia di bidang kebahasaan yang dimiliki UIN Walisongo sudah sangat memadai untuk mendukung pembukaan program studi baru tersebut.

“Kami sangat mengapresiasi proses panjang yang dilalui serta hasil akhir yang sangat berkualitas dari Saudara Zulfa Fahmy. Melihat kualitas lulusan dan potensi SDM kebahasaan yang ada saat ini, kami berharap dan mendorong agar UIN Walisongo Semarang dapat segera membuka Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Indonesia. Bahkan, dengan ketersediaan SDM yang melimpah dan sangat mumpuni, UIN Walisongo dipandang sudah sangat siap untuk langsung membuka Program Studi S2 Pendidikan Bahasa Indonesia di masa mendatang,” ujarnya.

Apresiasi tersebut diberikan setelah Zulfa Fahmy sukses menyelesaikan studi doktor pada Program Studi Ilmu Pendidikan Bahasa, Fakultas Bahasa dan Seni UNNES dengan IPK 4,00 dan predikat Cum Laude. Ia menuntaskan pendidikan doktor dalam waktu 2 tahun 10 bulan melalui dukungan Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama bekerja sama dengan LPDP.

Dalam disertasinya yang berjudul Komodifikasi Novel Romansa Religi pada Platform Sastra Digital di Indonesia, Zulfa mengkaji perubahan ekosistem sastra digital melalui platform seperti Wattpad, Fizzo, dan KBM App yang menggeser karya sastra menjadi komoditas ekonomi di ruang digital.

Keberhasilan tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi penguatan bidang pendidikan bahasa di UIN Walisongo sekaligus memperkaya kajian sastra digital di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *