Sahabat FINATRA Berhasil Kumpulkan 600 UMKM Ikuti Program Inkubasi
JAKARTA [BahteraJateng]- Sahabat FINATRA, program inkubasi UMKM dari FIFGROUP, mengapresiasi lima grand finalis dalam acara Awarding Sahabat FINATRA.
Direktur FIFGROUP, Setia Budi Tarigan mengatakan, program Sahabat FINATRA ini memberikan kesempatan besar kepada UMKM dalam memperoleh akses permodalan disediakan oleh FINATRA. Hal tersebut akan dioptimalkan untuk melakukan ekspansi bisnis guna mencapai target market lebih luas dan masif.

“Program inkubasi dihadirkan oleh FINATRA tersebut juga merupakan wujud dukungan FIFGROUP terhadap implementasi nilai-nilai keberlanjutan dengan mendukung Sustainability Development Goals (SDGs) nomor 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi,” kata Budi, dalam siaran rilis, Jumat (17/1).
Dalam kompetisi ini, Riswah Yuni dari Kota Samarinda dengan usaha Cake Salakkilo berhasil meraih gelar juara pertama. Salakkilo memproduksi cake, brownies, cookies, sambal, minuman, dan beberapa jenis olahan pangan lainnya yang berbahan dasar buah salak segar melimpah di Balikpapan, Kalimantan Timur.

Salakkilo membantu para petani salak dengan mengolahnya menjadi makanan dan minuman lezat dan menyehatkan. Tidak menggunakan bahan pengawet, essens, ataupun bahan tambahan berbahaya bagi tubuh, produk ini juga kaya akan beta karoten baik untuk menjaga kesehatan tubuh.
“Saya sangat bersyukur atas kesempatan yang diberikan oleh FIFGROUP untuk berpartisipasi dalam Program Sahabat FINATRA 2024. Program ini memberikan pembinaan yang luar biasa, mulai dari pengelolaan keuangan, digital marketing, hingga manajemen rantai pasok. Semua itu membantu saya tumbuh dan lebih siap menghadapi tantangan bisnis,” ungkap Rismah.
Juara kedua diraih oleh Iwaningsih dari Kota Martapura dengan usaha Zhabuke. Usaha ini, dikenal dengan nama Triani Baraka Banua, berfokus pada pengolahan dan pengeringan buah, dengan produk utama berupa irisan lemon kering berkualitas tinggi.
Saat ini, produk utamanya adalah Zhabuke Slice Lemon Dried, dan ke depannya, usaha ini berencana memperluas inovasinya ke berbagai jenis buah lainnya. Dengan komitmen pada kualitas dan keberlanjutan, Zhabuke menjadi solusi praktis untuk kebutuhan produk alami dan sehat.
“Bimbingan mengenai pengelolaan supply chain dari hulu ke hilir menjadi pelajaran dari Sahabat FINATRA yang sangat berarti bagi perkembangan usaha saya,” ungkapnya.
Juara ketiga Adang Muhidin dari Kota Cimahi dengan usaha Virageawie Indonesia berhasil meraih posisi ketiga. Usahanya ini bergerak di bidang ekonomi kreatif berbahan dasar bambu. Adang mengolah, mengukir, memahat, dan memotong bambu menjadi beragam produk bernilai tinggi. Virageawie, yang berasal dari bahasa Sunda “Pirage Awi” dan berarti “hanya bambu,” memegang filosofi bahwa bambu dapat dimanfaatkan lebih dari sekadar bahan furnitur atau makanan.
Dengan inovasi dan kreativitas, Virageawie mampu mengubah persepsi bahwa produk berbahan dasar bambu hanyalah barang murah.
Perwakilan Dewan Juri, Anggara mengpresiasi, inovasi dan dedikasi ditunjukkan oleh para peserta. Program Sahabat FINATRA karena memberikan pemahaman mendalam tentang pentingnya pengelolaan usaha baik.
“Melihat semangat dan antusiasme para peserta, menunjukan potensi UMKM Indonesia yang akan terus berkembang dan berkontribusi positif pada perekonomian nasional.”
Antusiasme terhadap program ini sangat tinggi, terbukti dengan total 1.357 pendaftar yang ingin mengikuti rangkaian Sahabat FINATRA 2024. Angka tersebut meningkat lebih dari dua setengah kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. Setelah melalui proses kurasi, terpilih 600 pelaku UMKM mengikuti program bootcamp.
Mereka, dipilih dari 30 titik lokasi di seluruh Indonesia, dengan masing-masing titik lokasi melibatkan 20 UMKM. Jumlah ini menunjukkan peningkatan sebesar empat kali lipat dalam keikutsertaan program inkubasi dari tahun sebelumnya hanya melibatkan 120 UMKM.

