Komisi D DPRD Kota Semarang
Komisi D DPRD Kota Semarang melakukan inspeksi mendadak (sidak) pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SD Negeri Kalibanteng Kidul 01, Jumat (12/6).(Foto. BahteraJateng/day)
|

Komisi D Sidak SPMB di SD Negeri, Usulkan Evaluasi SD yang Kekurangan Murid di Semarang

SEMARANG[BahteraJateng] – Komisi D DPRD Kota Semarang mengusulkan evaluasi terhadap SD Negeri yang setiap tahun mengalami kekurangan murid dalam pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Evaluasi tersebut dapat berupa regrouping atau penggabungan sekolah dengan mempertimbangkan kondisi wilayah dan jumlah peserta didik.

Usulan itu disampaikan Ketua Komisi D DPRD Kota Semarang, Mualim, saat melakukan inspeksi mendadak pelaksanaan SPMB di SD Negeri Kalibanteng Kidul 01 pada Jumat (12/6).

Menurutnya, evaluasi perlu dilakukan karena pada tahun sebelumnya masih ditemukan sejumlah sekolah dasar negeri yang minim peminat, sementara sekolah lain justru kelebihan pendaftar.

“Kalau memang ada sekolah yang setiap tahun kekurangan murid, tentu harus dievaluasi. Apakah nanti digabung atau seperti apa, semuanya harus melalui kajian yang matang,” ujarnya.

Mualim menegaskan penutupan atau penggabungan sekolah tidak bisa dilakukan secara instan karena harus mempertimbangkan kebutuhan masyarakat di masa mendatang. Menurutnya, sekolah yang saat ini sepi murid belum tentu mengalami kondisi serupa pada tahun berikutnya.

“Karena bisa saja nanti ada pertumbuhan penduduk atau pasangan muda yang anak-anaknya mulai masuk usia sekolah. Jadi semua harus dikaji betul,” katanya.

Selain evaluasi sekolah minim siswa, Komisi D juga meminta Dinas Pendidikan Kota Semarang memetakan wilayah dengan kepadatan penduduk tinggi untuk penambahan ruang kelas maupun sekolah baru. Langkah itu dinilai penting agar ketimpangan jumlah siswa antar sekolah dapat ditekan.

Ia menambahkan, untuk sementara siswa yang tidak diterima di sekolah tertentu dapat diarahkan ke sekolah negeri terdekat yang masih memiliki kuota. Selain itu, sekolah swasta juga diminta ikut menampung siswa yang belum tertampung di sekolah negeri.

“Komisi D berharap pelaksanaan SPMB tahun ini berjalan lancar tanpa polemik serta tetap mengedepankan transparansi kepada masyarakat,” pungkasnya.

Sekolah Favorit Kebanjiran Pendaftar

Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 di salahsatu sekolah favorit yaitu SDN Kalibanteng Kidul 01 Kota Semarang mengalami lonjakan peminat. Hingga proses pendaftaran berlangsung, sekolah tersebut mencatat sebanyak 106 calon siswa mendaftar, melebihi kuota yang tersedia.

Kepala SDN Kalibanteng Kidul 01, Rumiyati, mengatakan sekolahnya hanya membuka tiga rombongan belajar (rombel) dengan total kuota 84 siswa. Setiap rombel nantinya diisi maksimal 28 siswa.

“Pendaftarnya ada 106 anak. Rencananya tiga kelas, jadi kuotanya 84 siswa,” ujar Rumiyati.

Menurutnya, calon siswa yang tidak diterima nantinya masih memiliki kesempatan mendaftar di sekolah lain yang kuotanya belum terpenuhi. Pihak sekolah juga akan memberikan informasi terkait sekolah-sekolah yang masih kekurangan murid.

“Nanti kan ada pengumuman, ada cadangan dan lain-lain. Kalau memang belum diterima, ya bisa mencari sekolah lain yang masih kosong. Kami juga menginfokan sekolah yang masih kekurangan siswa,” katanya.

Ia menuturkan, kondisi serupa juga terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Bahkan pada SPMB tahun lalu jumlah pendaftar sempat mendekati 200 siswa.

“Tahun sebelumnya malah melebihi kuota, hampir 200 pendaftar. Pilihan satu dan pilihan dua juga banyak,” jelasnya.

Rumiyati menyebut jalur zonasi masih menjadi jalur yang paling banyak diminati calon siswa. Selain itu, pendaftaran juga datang dari jalur mutasi, prestasi, dan afirmasi.

“Yang paling banyak zonasi, kemudian mutasi dan prestasi. Afirmasi juga ada,” ucapnya.

Terkait sistem pendaftaran online, ia menilai mekanisme tersebut memudahkan masyarakat maupun pihak sekolah dalam proses penerimaan siswa baru.

“Sekarang sudah canggih. Sistem online seperti ini enak dan tidak menyusahkan sekolah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *