Dua Korban Longsor di Pekalongan Ditemukan
JAKARTA [BahteraJateng]- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan total korban longsor meninggal menjadi 19 orang di Desa Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan pada Rabu (23/1) pagi.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, data tercatat setelah tim pencarian dan pertolongan SAR gabungan berhasil mengevakuasi dua jenazah.

“Dua korban tersebut adalah bagian dari daftar orang yang dilaporkan hilang pada peristiwa naas Senin (20/1) lalu,” ungkap Abdul Muhari, Rabu (23/1).
Selain korban jiwa, kata dia, dilaporkan kerugian materil terjadi akibat peristiwa ini. Meliputi dua unit rumah rusak berat, dua jembatan rusak, tiga unit kendaraan roda empat rusak berat, satu unit cafe terdampak, dan tiga akses jalan tertutup materil longsor.

“Tim SAR harus menghadapi kendala berupa jalur menuju lokasi terdampak terputus akibat longsor,” terang dia.
Menurut dia, akses menunu lokasi terdampak untuk sementara harus memutar melalui melalui Kali Bening Kabupaten Banjarnegara. Hal ini disebabkan akses jembatan di Kabupaten Pekalongan tidak bisa dilalui dikarenakan ada jembatan terputus.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pekalongan bersama dengan seluruh instansi terkait, masih terus melakukan pendataan dan penanganan korban dan lokasi terdampak.
“Masyarakat dan tim sedang bertugas di lapangan untuk berhati-hati dan waspada terhadap bencana susulan bisa saja terjadi sewaktu-waktu dikarenakan kondisi cuaca belum menentu,” tegas dia.

