Plt Kepala BPS Provinsi Jateng Endang Tri Wahyuningsih. Tangkapan Layar YouTube BPS Jateng
|

Berakhirnya Tarif Diskon Listrik Kerek Inflasi Maret 2025 di Jateng

SEMARANG [BahteraJateng]- Badan Pusat Statistik Jawa Tengah mencatat inflasi sebesar 1,43 persen pada Maret 2025 dengan kategori penyumbang tertinggi adalah tarif listrik.

“Penyebab inflasi adalah berakhirnya tarif diskon listrik sebesar 50 persen bagi pelanggan 450 VA-2.200 VA. Tarif listrik menyumbang inflasi sebesar 0,84 persen,” ungkap Plt Kepala BPS Provinsi Jateng Endang Tri Wahyuningsih, dalam rilis resmi BPS, Selasa (8/4).


Dia melanjutkan, inflasi di Jateng tergolong bih rendah dibandingkan inflasi nasional sebesar 1,65 persen. Adapun, inflasi y-on-y sebesar 0,75 persen dan inflasi y-to-d sebesar 0,18 persen. Berdasarkan daerah, Kabupaten Wonosobo mengalami inflasi tertinggi sebesar 1,69 persen dan inflasi terendah terjadi di Kabupaten Rembang mencapai 1,28 persen.

Selain tarif listrik, kata dia, kenaikan harga awang merah menyumbang 0,17 persen dan emas perhiasan berkontribusi 0,05 persen menjelang Lebaran.


Menurut dia, kebijakan pemerintahan juga turut andil deflasi. Seperti tarif angkutan udara sebesar -0,02, tarif KA sebesar -0,01 dan turunnya bensin, solar dan tarif jalan bebas hambatan ruas Cikampek-Kalikangkung.

“Kelompok transportasi memberikan sumbangan terhadap deflasi Maret 2023,” sebut Statisi Ahli Utama tersebut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *