Empat Fakta Menarik Pemain Drakor Nine Puzzles
JAKARTA [BahteraJateng]- Serial criminal thriller drama Korea (drakor) “Nine Puzzles” telah tayang secara eksklusif di Disney+ Hotstar.
Drakor ini melibatkan aktor ternama Korea, Kim Dami dan Son Sukku. Serial ini mengisahkan tentang Yoon Ena (diperankan Kim Dami) menemukan pamannya tewas terbunuh dengan sepotong puzzle tertinggal di sampingnya.

Mengaku tidak ingat dia berada di sana, Ena pun langsung menjadi tersangka utama oleh detektif menangani kasus tersebut, yaitu Kim Hansaem (diperankan Son Sukku). Terdorong oleh keinginan untuk mengungkap kebenaran dan mencari tahu dirinya bersalah, Ena memilih untuk menjadi seorang criminal profiler. Hingga akhirnya bekerja bersama Hansaem. Namun saat Ena mulai membuat kemajuan, ia menerima potongan puzzle lainnya, menandakan pembunuhan lain pun dimulai.
Ena dan Hansaem memiliki karakteristik sangat berbeda. Namun keduanya harus bekerja sama untuk menangkap pelaku pembunuhan tersebut. Untuk memerankan karakternya, banyak proses pengembangan karakter oleh Kim Dami dan Son Sukku. Simak empat fakta menarik tentang karakter Ena dan Hansaem dibagikan langsung oleh para pemerannya.

1. Keunikan karakter Yoon Ena jadi alasan Kim Dami bergabung dalam serial ini
Selain alur cerita seru dan membuat penasaran, Kim Dami mengaku alasannya mengambil peran ini karena ia mengetahui cara Ena dalam menganalisa profil seseorang sangat unik. Ena adalah profiler sangat cerdas, tajam, selalu bertindak semaunya sendiri, namun ia juga memiliki sisi rentan.
“Hal yang paling saya perhatikan saat memerankan Ena adalah dengan memperlihatkan sisi kekanak-kanakannya, karena saya membayangkan pikiran Ena yang berhenti pada usia saat menyaksikan kematian pamannya, yang pasti sangat traumatis,” ungkap Kim Dami.
2. Perankan karakter detektif yang teliti, Son Sukku kali ini lebih banyak mendengarkan arahan kruSon Sukku memerankan karakter Kim Hansaem, seorang detektif andal dan gigih. Pembunuhan pamannya Ena merupakan kasus pertamanya, ia menginterogasi Ena dan mencurigai Ena sebagai tersangka utama. Bahkan ketika 10 tahun kemudian mereka bekerja di kantor yang sama, Hansaem masih terobsesi untuk membuktikan Ena bersalah.
Serial ini membahas kasus-kasus kejam, Son Sukku berusaha mendekatkan karakternya sebagai orang yang hidup seolah-olah terpisah dari dunia nyata. Untuk mendalami karakter tersebut, Son Sukku mengaku melakukan hal berbeda dari biasanya. “Dalam proyek-proyek sebelumnya, saya selalu menyuarakan ide-ide saya. Tapi kali ini, saya lebih banyak mendengarkan semua pihak, mulai dari tim kostum, desain produksi hingga berbagai kepala departemen untuk mendapatkan inspirasi,” kata Son Sukku.
3.Kolaborasi perdana Kim Dami dan Son Sukku dibangun dengan dukungan terhadap satu sama lain
Berkolaborasi perdana dalam satu serial, Kim Dami dan Son Sukku mengakui karakter mereka tidak mudah dibawakan. Terutama karena dinamika hubungan berubah dari saling curiga menjadi kerja sama. Meski perbedaan usianya cukup jauh, Kim Dami dan Son Sukku merasa mudah akrab dan sering berbagi kesulitan satu sama lain.
“Sukku langsung membuat saya merasa nyaman sejak awal saya berbicara dengannya. Kami pun banyak berdiskusi dan sering membahas cara terbaik untuk memerankan karakter kami saat syuting setiap adegan. Saya bisa mengandalkannya, dan dia pun sangat mendukung saya, jadi saya bersyukur bisa bekerja bersamanya,” kkata Kim Dami.
4.Meski menghadapi tantangan, Son Sukku alami momen berkesan dengan pemeran tim Violent Crimes Unit
Banyaknya dialog harus disampaikan secara akurat untuk menyampaikan pesan dengan baik menjadikan hal ini sebagai tantangan sendiri bagi Son Sukku. Karakter Kim Hansaem merupakan bagian dari Violent Crimes Unit, membuat Son Sukku menghabiskan banyak waktu dengan para aktor dari tim yang sama di lokasi syuting.
Di tengah kesulitan mereka hadapi, Son Sukku membagikan momen berkesan bersama para aktor yang membuat proses syuting lebih menyenangkan. “Banyaknya dialog dalam serial ini terkadang membuat kami tegang. Tapi setiap kali ada yang salah karena gugup, kami akan mengusik mereka dan tertawa bersama,” ujar Son Sukku.

