Tanam Melon Hidroponik di Lahan Sempit
SEMARANG [BahteraJateng]- Hobi berkebun di perkotaan tak surut meski terkendala keterbatasan lahan.
Seperti dilakukan Maulana Widiyanto mengubah salah satu bagian rumahnya menjadi kebun hidroponik. Pemilik Bulan Farm merenovasi lantai tiga rumahnya menjaid green house.
“Lantai 1 dan 2 untuk tempat tinggal, lantai 3 tempat menjemur pakaian berubah jadi kebun,” kata Maulana (31) asal Kota Semarang.
Rumahnya terletak di Kecamatan Genuk memiliki tingkat kelembaban rendah dibandingkan kecamatan lain di Kota Semarang. Namun, dia berhasil menyemai bibit melon mulai enam buah.
Sebagai pemula, dia memanfaatkan area rumah untuk menanam bibit melon dengan sistem hidroponik. Dia ingin dekat dengan keluarga serta meminimalisir risiko jika ternyata gagal.
Seiring perjalanan selama berkebun melihat bibit melon mulai tumbuh dan segar. Dia pun merenovasi sudut rumah lainnya menjadi kebun hidroponik.
Kini sudah ada dua green house nangkring di atap rumah Maulana. Sedangkan, jumlah bibit mencapai 168 melon.
Dua green house memiliki jenis melon berbeda yakni Crowne dari Jepang dan Thailand.
Meski baru pertama kali, Maulana berhasil memanen melon. Setelah pertumbuhan 90 hari dan 75 hari membuka pengunjung untuk memetik melon sendiri.
Maulana mulai membuka Bulan Farm untuk panen perdana. Sekitar dua minggu semua jenis melon laris dibeli pengunjung. Panen perdana Bulan Farm mencapai sekitar 260 kg untuk semua bibit.
Untuk melon premium Thailand seharga Rp35 Ribu/ kg. Sedangkan melon crown dari Jepang seharga Rp150 Ribu/ buah. Bibit melon dari luar negeri agar memberikan pengalaman berbeda pengunjung mencicipi melon.
“Biasanya merek-merek (buah) melon ini hanya ditemui di toko buah premium atau supermarket,” kata dia.
Maulana memang membidik pasar konsumen personal mengingat stok panen belum terlalu banyak. Kini, Bulan Farm sedang memasuki masa tanam ke dua dengan bibit serupa.

