Di Hadapan Menko Muhaimin, Agustina Paparkan Tantangan Pengentasan Kemiskinan di Kota Semarang
SEMARANG[BahteraJateng] – Wali Kota Semarang, Agustina, memaparkan berbagai tantangan dalam upaya pengentasan kemiskinan di hadapan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, dalam kunjungan kerjanya ke Semarang pada Kamis (19/6).
Agustina menyampaikan bahwa Pemerintah kota (Pemkot) Semarang telah menjalankan berbagai program sosial, pemberdayaan masyarakat, dan kesehatan hingga tingkat kelurahan dan kecamatan.

Namun, penurunan angka kemiskinan masih terhambat sejumlah faktor, di antaranya keterbatasan infrastruktur dan persoalan lingkungan.
“Salah satu hambatan utama adalah banyaknya warga yang tinggal di bantaran sungai Banjir Kanal Barat dan Timur yang merupakan aset BBWS. Tanah tersebut merupakan ruang terbuka hijau yang tidak bisa dibangun secara permanen oleh pemerintah kota,” jelas Agustina.
Ia berharap kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah dapat mengatasi keterbatasan kewenangan tersebut. Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan Kota Semarang tahun 2024 masih di kisaran 4 persen, sementara target RPJMD sebesar 3,39 persen dan ditargetkan turun menjadi 2,99 persen pada 2029.
Menanggapi hal itu, Menko Abdul Muhaimin menegaskan bahwa pengentasan kemiskinan harus menjadi prioritas lintas sektor.
Ia menekankan pentingnya perbaikan sistem penyaluran bantuan dalam waktu empat bulan ke depan agar lebih tepat sasaran.
“Kemiskinan bukan hanya soal pendapatan, tapi juga beban pengeluaran. Maka subsidi harus diarahkan ke pengurangan beban—seperti harga pangan stabil, pendidikan gratis, transportasi layak. Di sisi lain, kita harus dorong wirausaha dan kemandirian,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa bantuan sosial (bansos) bersifat maksimal lima tahun, kecuali untuk lansia dan penyandang disabilitas, guna mendorong kemandirian masyarakat. Pendidikan, menurutnya, menjadi kunci memutus rantai kemiskinan antargenerasi.(sun)

