KAI Daop 4 Siagakan 34 Petugas Ekstra dan Material Siaga untuk Amankan Perjalanan Kereta Api
SEMARANG[BahteraJateng] – Menjelang masa angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru), PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan langkah pengamanan menyeluruh guna memastikan perjalanan kereta api berjalan aman, nyaman, dan tepat waktu.
Sebanyak 34 petugas ekstra diterjunkan di seluruh wilayah Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang, disertai dengan kesiapan perlengkapan siaga di titik-titik strategis sepanjang jalur rel.

Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Franoto Wibowo, mengatakan bahwa seluruh persiapan difokuskan pada pencegahan dan pemantauan dini terhadap potensi gangguan perjalanan.
“KAI Daop 4 Semarang memastikan seluruh prasarana dan petugas siap menghadapi lonjakan perjalanan menjelang libur panjang. Tujuan kami sederhana, yaitu menjaga keselamatan pelanggan dan memastikan setiap perjalanan berjalan lancar,” ujarnya pada Rabu (12/11).

Langkah utama yang dilakukan antara lain meningkatjan pemeriksaan kondisi jalur rel, jembatan, dan perlintasan. Pemeriksaan dilakukan secara rutin, termasuk tambahan inspeksi saat hujan deras atau suhu ekstrem.
Petugas lapangan juga memantau langsung perlintasan padat kendaraan serta area yang berpotensi terdampak cuaca ekstrem.
Untuk memperkuat pengawasan, KAI menambah 11 petugas pemeriksa jalur (PPJ), 6 petugas penjaga perlintasan tambahan, dan 17 petugas pengawas daerah rawan.
“Penempatan difokuskan pada titik-titik dengan lalu lintas padat serta area yang rawan banjir atau longsor. Kehadiran petugas tambahan ini memastikan pengawasan berlangsung 24 jam penuh selama masa Nataru,” imbuh Franoto.
KAI Daop 4 juga memperbarui data wilayah rawan dengan total 20 titik prioritas pemantauan, meliputi wilayah Semarang (3 titik), Pekalongan (4 titik), Grobogan (7 titik), Blora (3 titik), Kendal (2 titik), dan Pemalang (1 titik). Titik-titik tersebut diawasi ketat karena berpotensi mengalami tanah longsor, banjir, atau pergeseran tanah saat musim hujan.
Sebagai bentuk kesiapsiagaan, KAI menyiapkan berbagai perlengkapan darurat seperti bantalan rel, rel cadangan, pasir, peralatan penerangan, serta jembatan darurat. Seluruh perlengkapan ditempatkan sedekat mungkin dengan wilayah rawan untuk mempercepat penanganan bila dibutuhkan.
“Setiap detail kami siapkan dengan matang, mulai dari kesiapan jalur hingga petugas pengawas di lapangan. Kami ingin memastikan pelanggan dapat bepergian dengan tenang selama libur Natal dan Tahun Baru,” pungkasnya.

