PMI Banjarnegara
PMI Banjarnegara bersama tim psikolog menggelar kegiatan fun game dan intervensi psikologis di sejumlah lokasi pengungsian, Kamis (11/12).(Dok Humas PMI)

Jaga Psikologis Pengungsi Longsor Situkung, PMI Gelar Fun Game

BANJARNEGARA[BahteraJateng] – Untuk mengatasi rasa bosan dan menjaga kondisi psikologis pengungsi longsor Situkung, Kecamatan Pandanarum, Palang Merah Indonesia (PMI) Banjarnegara bersama tim psikolog menggelar kegiatan fun game dan intervensi psikologis di sejumlah lokasi pengungsian pada Kamis (11/12).

Ketua Ikatan Psikolog Klinis Indonesia (IPK Indonesia) Wilayah Jawa Tengah sekaligus Pengurus PMI Banjarnegara, Gones Saptowati, mengatakan kondisi psikologis para pengungsi hingga saat ini secara umum terpantau baik. Namun demikian, sebagian besar pengungsi mengeluhkan rasa jenuh akibat keterbatasan aktivitas selama berada di pengungsian.

“Alhamdulillah kondisi psikologis pengungsi semakin membaik. Rata-rata keluhan yang disampaikan adalah rasa bosan dan kebutuhan akan aktivitas yang bersifat rileksasi,” ujar Gones di sela kegiatan.

Gones menjelaskan, untuk membantu mengurangi kejenuhan tersebut, pihaknya bersama tim Asosiasi Experiential Learning Indonesia (AELI) Jawa Tengah memberikan pendampingan melalui fun game dan intervensi psikologi. Kegiatan tersebut dirancang untuk membantu pengungsi memproses rasa tidak nyaman yang dialami pascabencana.

Intervensi yang diberikan meliputi kegiatan relaksasi serta penerapan metode Emotional Freedom Technique (EFT), khususnya bagi pengungsi dewasa dan lanjut usia. Melalui metode ini, tim berupaya menggali perasaan yang dirasakan pengungsi sebagai dasar penanganan lanjutan.

“Kami mengajak pengungsi bermain fun game secara berkelompok, berbagi cerita ringan, pemberian doorprize, dan ditutup dengan relaksasi serta pemrosesan isu melalui EFT,” jelasnya.

Menurut Gones, pendekatan tersebut diharapkan dapat membantu pengungsi mengurangi stres, memperbaiki suasana hati, serta memperkuat ketahanan psikologis selama masa pengungsian.

Ke depan, PMI Banjarnegara bersama tim psikolog berkomitmen untuk melakukan pendampingan lanjutan, termasuk intervensi individual bagi pengungsi yang membutuhkan penanganan khusus.

Selain itu, pihaknya juga merencanakan pelaksanaan program dukungan psikososial atau Psychosocial Support Program (PSP) yang difokuskan bagi anak-anak pengungsi.

“Pada pertemuan berikutnya, selain pendampingan individual, kami akan memberikan program dukungan psikososial untuk anak-anak agar kondisi psikologis mereka tetap terjaga,” pungkas Gones.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *