Produksi Pertanian dan Peternakan Rembang Meningkat pada 2025
REMBANG[BahteraJateng] – Produksi sektor pertanian dan peternakan di Kabupaten Rembang pada tahun 2025 mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Rembang, Agus Iwan, usai mengikuti zoom meeting Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden RI di Ruang Rapat Bupati Rembang pada Rabu (7/1).
Menurut Agus Iwan, produksi padi pada 2025 meningkat lebih dari 50 persen dibandingkan 2024, sehingga Rembang mengalami surplus beras hingga hampir 30 bulan ke depan.
“Produksi padi tahun 2025 meningkat signifikan dan kita surplus hampir untuk 30 bulan kebutuhan beras,” ujarnya.
Berdasarkan rekap data, total akumulasi komoditas tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan meningkat 6,84 persen dibandingkan tahun 2024.
Produksi padi naik dari 199.331 ton menjadi 295.825 ton, sementara jagung meningkat dari 188.176 ton menjadi 191.432 ton. Produktivitas padi mencapai 6,6 ton per hektare dan jagung 7,6 ton per hektare.
Di sektor hortikultura, produksi bawang merah meningkat dari 9.815 kuintal menjadi 11.139,60 kuintal, disusul kenaikan produksi cabai keriting dan cabai rawit. Sementara itu, produksi tebu dan tembakau relatif stabil, dengan tembakau mencapai 15.448 ton pada 2025.
Agus Iwan menyebutkan, peningkatan produksi ditopang oleh ketersediaan pupuk yang mencukupi, harga hasil panen yang baik, serta dukungan infrastruktur seperti irigasi perpompaan, perbaikan jaringan irigasi, dan bantuan sumur pertanian.
Subsektor peternakan juga menunjukkan tren positif. Populasi sapi naik menjadi 110.285 ekor, kambing 83.293 ekor, domba 13.266 ekor, ayam ras pedaging 7,17 juta ekor, dan ayam buras 375.865 ekor.
Pemkab Rembang menargetkan stabilitas produksi tetap terjaga agar swasembada pangan berkelanjutan.(sun)

