Pemkab Rembang Bersama Masyarakat Sukseskan Kegiatan Mageri Segoro
REMBANG[BahteraJateng] – Pelaksanaan program Mageri Segoro tahap dua dilaksanakan dengan penanaman mangrove serentak sepanjang pantai utara dan selatan pulau Jawa di 264 titik lokasi yang tersebar di 17 Kabupaten/Kota Jawa Tengah.
Pelaksanaan program tahap dua ini dilaksanakan oleh Kabupaten/Kota yang memiliki garis pantai, termasuk Kabupaten Rembang setelah tahap pertama Program Mageri Segoro yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa Tengah tanggal 5 Juni 2025 lalu sukses dilaksanakan.
Kabupaten Rembang memiliki garis pantai sejauh kurang lebih 62 kilometer, melaksanakan kegiatan Mageri Segoro tahap dua dengan menanam mangrove Avicennia (api-api) dan Rhyzopora sebanyak 36.200 plances yang dipusatkan di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Mangrove Pasarbanggi, Kecamatan Rembang, Kabupaten Rembang, pada Rabu (15/10).
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Rembang, Harno beserta Forkopimda Rembang, Cabang Dinas Kehutanan I Jawa Tengah, Perum Perhutani Rembang Raya, Dinas Lingkungan Hidup Rembang, BPBD, Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat, Mahasiswa, Pelajar SMK Kehutanan Rimba Taruna dan Pelajar Sekolah Adiwiyata, serta komunitas masyarakat peduli lingkungan Kabupaten Rembang.
Achmad Rif’an Ketua Forum Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (FPKSM) Jawa Tengah menyampaikan bahwa program unggulan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah “Mageri Segoro” adalah gerakan bersama menjaga dan memulihkan ekosistem pesisir melalui penanaman mangrove.
“Dinas terkait seperti Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, turut ambil bagian aktif dalam kegiatan rehabilitasi mangrove di pesisir utara Jawa. Cabang Dinas Kehutanan Wilayah I mengalokasikan 20.000 bibit Avicennia marina (api-api) dan Rhyzophora,” kata Rif’an kepada BahteraJateng.
Sedangkan Cabang Dinas Kelautan dan Perikanan Wilayah Timur menyiapkan 16.000 bibit yang sama. Demikian pula PLTU menyiapkan 200 plc. Total hari ini, Rabu 15 Oktober 2025 dilakukan penanaman 36.200 bibit mangrove.
“Melalui kegiatan di Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Mangrove Pasarbanggi seluas 28 hektar yang ditanami pada zona rehabilitasi ini diharapkan bisa menambah jumlah 80% yang hidup pada agenda Mageri Segoro tahap satu beberapa bulan lalu,” ujar Rif’an.
Lebih lanjut Rif’an menyampaikan bahwa menanam tidak hanya bibit mangrove, tetapi juga kesadaran ekologis dan tanggung jawab moral terhadap kelestarian alam.
Edukasi pada masyarakat disekitar KEE seluas 45 Ha yang meliputi Desa Pasarbanggi dan Desa Tireman ini juga dilakukan di Desa Kabongan Lor Kec. Rembang.
‘Mangrove bukan sekadar tanaman pantai, dia adalah benteng hidup yang melindungi daratan dari abrasi, menjadi rumah bagi berbagai biota laut, serta menyerap karbon demi menekan dampak perubahan iklim,” tutur Rif’an.
“Dengan semangat rimbawan, para peserta penanaman berkomitmen menjadi bagian dari solusi—menjaga hutan, laut, dan bumi untuk masa depan yang lebih lestari. Penghasil oksigen, penyerap karbon dan penahan abrasi serta angin laut yang terbukti bisa menjadi warisan anak cucu kita kelak,” pungkas Rif’an.

