Tanah Amblas di Cepu
Bencana tanah amblas kembali terjadi di Kelurahan Cepu, Kecamatan Cepu, Selasa (3/2).(Dok. Humas BPBD Blora)

Bencana Tanah Amblas di Cepu Blora, 15 Rumah Terdampak

BLORA[BahteraJateng] – Tim Reaksi Cepat BPBD Kabupaten Blora merespon laporan kejadian bencana tanah amblas kembali terjadi di Kelurahan Cepu, Kecamatan Cepu pada Selasa (3/2).

Kejadian tanah amblas yang terjadi beberapa kali sejak awal musim penghujan bulan November tahun lalu, mengakibatkan beberapa rumah mengalami rusak sedang hingga berat.

Operator Dalops BPBD Kabupaten Blora, Agung Tri, menyampaikan kronologi kejadian tanah amblas susulan di RW 08 Kelurahan Cepu, Kecamatan Cepu.

“Awal kejadian tanah amblas pada tanggal 8 November 2025 sekira pukul 20.00 wib, longsor mengakibatkan beberapa rumah warga mengalami kerusakan, pada tanggal 14 November 2025 sekira pukul 18.30 terjadi longsor susulan yang berdampak pada beberapa rumah warga mengalami kerusakan, dan kemarin hari Senin (2/2), jam 16.20 terjadi longsor susulan yang mengakibatkan beberapa rumah ambruk,” ujar Agung Tri.

Agung Tri menjelaskan penyebab terjadinya tanah amblas yang berkali-kali di wilayah tersebut.

“Berdasar asesmen kami, penyebab kejadian tanah amblas karena curah hujan cukup tinggi dengan durasi lama, kemiringan kontur dan tanah yang labil, serta ditambah drainase dilingkungan kurang memadai,” tutur Agung Tri.

Lebih lanjut Agung Tri menyampaikan bahwa terdapat 15 rumah warga yang terdampak dari kejadian tersebut dengan kerusakan sedang hingga berat, serta terancam.

“Rumah warga yang rusak berat dari RT 4 RW 8, Sulasmi, Risman, Yulita, Supatmi, Sukarni, Solikin, Mujiran, Sarmi Jati, Deni, Juni, dan yang berasal dari RT 3 RW 8, Nimas lusiana. Semuanya mengungsi ke Rusunawa kecuali Sulasmi yang mengungsi dikerabatnya. Adapun kerusakan sedang dialami oleh Darji, Sugiharto, Mamik, dan Suwarsih, sedangkan rumah yang kondisinya terancam, milik Ngatini,” ungkap Agung Tri.

BPBD Kabupaten Blora telah berkoordinasi dengan lintas terkait relokasi warga terdampak, serta memberi bantuan untuk kebutuhan dasar pengungsi.

“Kami menghimbau warga sekitar untuk meningkatkan kewaspadaan karena kondisi saat ini tanah terus ambles, dikhawatirkan saat terjadi hujan lebat dengan durasi lama akan terjadi amblas susulan lagi,” pungkasnya.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *