Gus Yasin
Wagub Jateng, Taj Yasin Maimoen, dalam kegiatan Gebyar Muharram di Masjid Jami Safinatul Huda, Jepara.(Dok. Humas Pemprov)
|

Sambut Tahun Baru Islam, Gus Yasin Ajak Teladani Semangat Hijrah

JEPARA[BahteraJateng] – Ribuan warga Desa Dongos, Kecamatan Kedung, Kabupaten Jepara, mengikuti pawai obor dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharam 1448 Hijriah pada Senin (15/6/2026) malam. Kegiatan yang menjadi bagian dari Gebyar Muharram itu berlangsung meriah dan dipusatkan di Masjid Jami Safinatul Huda.

Peserta dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang dewasa, memadati jalan-jalan desa sambil membawa obor. Cahaya obor yang menyala menciptakan suasana semarak sekaligus khidmat dalam menyambut pergantian tahun Hijriah.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, yang hadir dalam kegiatan tersebut mengajak masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana introspeksi diri dan memperkuat ketakwaan serta tawakal kepada Allah SWT.

Menurut pria yang akrab disapa Gus Yasin itu, peristiwa hijrah Nabi Muhammad SAW mengandung pelajaran penting tentang kepasrahan dan keyakinan kepada Allah dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

“Peringatan hijrah ini hendaknya benar-benar kita refleksikan dalam diri kita masing-masing,” kata Gus Yasin di sela acara.

Ia menjelaskan, ketika peristiwa hijrah berlangsung, para sahabat Nabi meninggalkan harta benda dan kampung halaman mereka demi mengikuti Rasulullah SAW menuju Madinah. Mereka tidak membawa kekayaan, melainkan berbekal ketakwaan dan keyakinan penuh kepada Allah SWT.

Karena itu, semangat hijrah perlu dimaknai sebagai upaya memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dalam kesempatan yang sama, mubalig asal Rembang, Syarofuddin Ismail Qoimas, mengajak masyarakat menyambut Tahun Baru Islam dengan niat, semangat, dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.

Pawai obor dan rangkaian Gebyar Muharram di Desa Dongos pun menjadi momentum kebersamaan warga sekaligus sarana syiar Islam yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi. (sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *