Perhutani BKPH Sale Monev Pertumbuhan Jati JPP dan Perkuat Komsos dengan MDH
REMBANG[BahteraJateng] – Perum Perhutani Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Sale, Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo, melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) pertumbuhan tanaman Jati Plus Perhutani (JPP) sistem agroforestry atau tumpang sari, sekaligus Komunikasi Sosial (Komsos) bersama Masyarakat Desa Hutan (MDH) di petak 122C pada Senin (22/6).
Administratur/KKPH Kebonharjo melalui Asper/KBKPH Sale, Murtopo, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memastikan pertumbuhan tanaman jati berjalan optimal sesuai standar kelestarian hutan, sekaligus memperkuat sinergi dengan masyarakat sekitar kawasan hutan.
Menurutnya, monitoring berkala di petak 122C sangat penting untuk mengukur tingkat keberhasilan tanaman Jati JPP yang diproyeksikan menjadi salah satu penopang produksi hasil hutan pada masa mendatang.
Selain melakukan evaluasi kondisi tanaman, petugas Perhutani juga berdialog langsung dengan para pesanggem yang memanfaatkan lahan melalui sistem tumpang sari.
“Melalui metode tumpang sari, masyarakat sekitar hutan diberikan ruang untuk menanam tanaman semusim seperti jagung, yang dapat mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan perekonomian keluarga,” ujar Murtopo.
Dalam kegiatan tersebut, petugas juga mengedukasi dan mengapresiasi peran aktif MDH dalam menjaga kebersihan tanaman pokok jati serta bersama-sama menjaga keamanan kawasan hutan dari potensi gangguan. Sinergi tersebut diharapkan mampu mewujudkan hutan yang lestari dan masyarakat desa hutan yang semakin sejahtera.(day)

