Mohammad Saleh
Wakil Ketua DPRD Jateng, Mohammad Saleh.(Dok. Sekwan)
|

Efisiensi Anggaran, M Saleh Minta Nasib 1.814 Guru Honorer Tetap Diperhatikan

SEMARANG[BahteraJateng] – Wakil Ketua DPRD Jateng, Mohammad Saleh, meminta pemerintah daerah tetap memprioritaskan penyelesaian nasib 1.814 guru honorer di tengah kebijakan efisiensi anggaran dan pemotongan dana Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Menurut Saleh, keterbatasan fiskal yang dihadapi pemerintah daerah tidak boleh mengurangi perhatian terhadap sektor pendidikan, terutama terkait kesejahteraan dan kepastian status tenaga pendidik.


“Pendidikan merupakan sektor yang sangat strategis. Karena itu, meskipun ada efisiensi anggaran, nasib guru honorer harus tetap menjadi perhatian pemerintah,” ujarnya baru-baru ini.

Ia menjelaskan, pemotongan dana TKD sebesar Rp1,5 triliun memang berdampak pada ruang fiskal Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Namun, kebijakan pengelolaan anggaran harus tetap mempertimbangkan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk layanan pendidikan.


Berdasarkan data, sebanyak 1.814 guru honorer yang terdiri dari guru tamu dan guru tidak tetap masih bertugas di sekolah-sekolah di Jawa Tengah. Menurut Saleh, kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan tenaga pendidik di sejumlah satuan pendidikan masih cukup tinggi.

Ketua DPD Golkar Jateng itu menilai banyak guru honorer telah mengabdi selama bertahun-tahun dan memiliki kontribusi besar dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan.

Karena itu, pemerintah daerah didorong terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mencari skema penyelesaian yang sesuai dengan ketentuan perundang-undangan dan kemampuan keuangan daerah.

Ia berharap kebijakan efisiensi anggaran tidak berdampak pada kualitas pendidikan maupun kesejahteraan tenaga pendidik di Jawa Tengah.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *