Mendikdasmen
Mendikdasmen Prof. Abdul Mu’ti, saat meninjau SMP Negeri 1 Sitolu Ori, Sabtu (20/6/2026).(Dok. Kemendikdasmen)
|

Sekolah di Nias Utara Kini Terhubung Internet Satelit, Murid 3T Mulai Nikmati Pembelajaran Digital

NIAS UTARA[BahteraJateng] – Transformasi digital di dunia pendidikan mulai menjangkau wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Sekolah-sekolah di Kabupaten Nias Utara, Sumatra Utara, kini mulai terhubung dengan internet berbasis satelit serta memanfaatkan perangkat pembelajaran digital seperti Interactive Flat Panel (IFP) untuk mendukung proses belajar mengajar.

Salah satu sekolah yang merasakan dampaknya adalah SMP Negeri 1 Sitolu Ori yang memiliki 154 murid. Sekolah ini telah mendapatkan dukungan akses internet berbasis satelit Starlink, papan interaktif digital, serta peningkatan infrastruktur listrik untuk menunjang kegiatan pembelajaran berbasis teknologi.

Kehadiran fasilitas tersebut membuka peluang baru bagi guru dan siswa dalam mengakses materi pembelajaran yang lebih luas dan interaktif. Proses belajar di kelas kini tidak hanya mengandalkan buku teks, tetapi juga dapat memanfaatkan konten digital, visual interaktif, hingga sumber belajar daring.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Abdul Mu’ti mengatakan, pemanfaatan teknologi di sekolah 3T menjadi bagian penting dari upaya pemerataan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Kami melihat bagaimana teknologi mulai digunakan untuk mendukung pembelajaran di sekolah. Ini menjadi langkah penting agar anak-anak di daerah 3T juga memiliki kesempatan belajar yang setara,” ujar Abdul Mu’ti saat meninjau SMP Negeri 1 Sitolu Ori pada Sabtu (20/6).

Hal serupa juga diterapkan di SMP Negeri 3 Sitolu Ori yang memiliki 176 murid. Sekolah tersebut mulai mempersiapkan pemanfaatan perangkat digital seiring dengan program revitalisasi yang mencakup pembangunan ruang kelas baru dan penataan fasilitas belajar.

Guru SMP Negeri 3 Sitolu Ori, Intan Marshaulena, menilai kehadiran teknologi pembelajaran memberikan dampak positif dalam meningkatkan minat belajar siswa, terutama dalam memahami materi pelajaran yang bersifat visual dan interaktif.

Menurutnya, digitalisasi pembelajaran menjadi langkah penting untuk menjembatani kesenjangan pendidikan antara wilayah perkotaan dan daerah 3T.

Pemerintah berharap, integrasi internet satelit dan perangkat pembelajaran digital dapat mempercepat transformasi pendidikan di daerah terpencil, sekaligus menciptakan generasi yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *