Angkutan Barang KAI Daop 4 Semarang Tumbuh 32 Persen, Perkuat Distribusi Logistik
SEMARANG[BahteraJateng] – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang mencatat pertumbuhan positif layanan angkutan barang selama Januari hingga Mei 2026. Total volume angkutan seluruh komoditas mencapai 130.710 ton atau meningkat 32 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 98.926 ton.
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, mengatakan peningkatan tersebut mencerminkan tingginya aktivitas distribusi yang sejalan dengan perkembangan industri, perdagangan, dan konsumsi masyarakat.
“Pertumbuhan angkutan barang menunjukkan meningkatnya aktivitas distribusi di berbagai sektor. Kereta api hadir untuk memastikan arus logistik berlangsung secara terjadwal, efisien, aman, dan mampu mendukung kebutuhan dunia usaha maupun masyarakat,” ujar Luqman pada Senin (29/6).
Pada layanan angkutan retail, KAI Daop 4 Semarang mengangkut 3.161 ton selama lima bulan pertama 2026. Angka ini naik 6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 2.981 ton, serta meningkat 2 persen dibandingkan capaian Januari–Mei 2024 sebesar 3.093 ton.
Sementara itu, angkutan peti kemas mencatat pertumbuhan paling signifikan. Volume angkutan mencapai 99.751 ton, meningkat 24 persen dibandingkan Januari–Mei 2025 sebesar 79.848 ton dan melonjak 52 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencapai 65.415 ton.
Layanan angkutan barang KAI Daop 4 Semarang didukung kawasan industri strategis, seperti Kawasan Industri Wijayakusuma, Kawasan Industri Terpadu Batang, dan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Selain itu, terdapat fasilitas Container Yard (CY) di Semarang Poncol, Semarang Tawang Bank Jateng, dan Brumbung.
Setiap hari, sekitar 30 perjalanan kereta barang melintasi wilayah Daop 4 Semarang menuju berbagai kota, seperti Jakarta, Surabaya, Ketapang, Madiun, hingga Jember. Komoditas yang diangkut meliputi semen, bahan bakar minyak (BBM), peti kemas, serta barang retail untuk mendukung kebutuhan industri dan masyarakat.
Menurut Luqman, penguatan layanan logistik berbasis rel menjadi bagian penting dalam meningkatkan efisiensi distribusi, menjaga stabilitas pasokan, sekaligus memperkuat konektivitas kawasan industri, pusat logistik, dan pelabuhan sebagai penopang pertumbuhan ekonomi nasional.

