Bupati Gunungkidul Jadi Responden Pertama, Tandai Dimulainya Sensus Lapangan 2026
YOGYAKARTA[BahteraJateng] – Bupati Gunungkidul menerima kunjungan petugas sensus di Rumah Dinas Bupati Gunungkidul, Purbosari, Kapanewon Wonosari pada uSenin (29/6/2026). Kunjungan tersebut menandai dimulainya pelaksanaan sensus lapangan di wilayah Kabupaten Gunungkidul.
Dalam kegiatan itu, Bupati Gunungkidul didampingi oleh Plt Kepala BPS DIY dan Kepala BPS Kabupaten Gunungkidul. Kehadiran mereka sekaligus memastikan proses pendataan masyarakat berjalan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.
Sebagai responden, Bupati memberikan berbagai informasi yang dibutuhkan petugas sensus berdasarkan daftar pertanyaan yang telah disiapkan.
Data yang dihimpun mencakup jumlah anggota keluarga, kepemilikan aset, aktivitas usaha di luar tugas sebagai kepala daerah, termasuk lahan pertanian maupun perkebunan, hingga fasilitas yang tersedia di rumah tinggal.
Bupati menjelaskan bahwa sensus yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali memiliki peran penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah.
Data yang terkumpul nantinya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam merumuskan program dan mengambil keputusan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
“Melalui sensus ini, kita dapat melihat perkembangan Kabupaten Gunungkidul selama sepuluh tahun terakhir. Hasilnya akan menjadi landasan dalam penyusunan kebijakan serta pengambilan keputusan pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujar Bupati.
Ia juga mengajak seluruh warga Gunungkidul untuk berpartisipasi aktif dalam menyukseskan pendataan tersebut. Masyarakat diminta menyiapkan dokumen penting seperti Kartu Keluarga (KK) guna memudahkan proses verifikasi data anggota keluarga yang tinggal dalam satu rumah.
Selain itu, warga diharapkan memberikan informasi yang akurat, jujur, dan sesuai kondisi sebenarnya kepada petugas sensus agar data yang diperoleh benar-benar mencerminkan keadaan masyarakat.
Bupati turut menyampaikan apresiasi kepada Badan Pusat Statistik (BPS) yang telah menerjunkan petugas ke lapangan. Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir karena para petugas telah dibekali kemampuan untuk memberikan pendampingan dan penjelasan apabila terdapat pertanyaan yang belum dipahami.
Dengan dimulainya sensus lapangan ini, pemerintah berharap seluruh masyarakat dapat berpartisipasi aktif sehingga tercipta basis data yang valid dan akurat sebagai pijakan pembangunan Kabupaten Gunungkidul dalam satu dekade mendatang.(day)

