|

Moderasi Beragama Dalam Pramuka Jaga Tegaknya NKRI

SEMARANG[BahteraJateng] – Gerakan moderasi beragama yang selama ini didengungkan terus menerus tujuan utamanya untuk menjaga tetap tegaknya persatuan dan kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Andalan Bidang Kerohanian Kwartir Daerah (Kwarda) 11 Gerakan Pramuka Jawa Tengah, Kak Zaimatul Chasanah mengatakan tujuan utama moderasi beragama adalah menjaga persatuan dan kesatuan NKRI  dalam koridor kebhinekaan.

“Ada beberapa indikator penguatan moderasi beragama yang harus dipahami oleh warga, terutama dari kalangan generasi muda termasuk para aktifis Pramuka,” ujar Kak Zaima saat menyampaikan materi bertajuk Moderasi Beragama, Komitmen Kebangsaan dan Toleransi dalam kegiatan  Jambore Daerah (Jamda) Pramuka Penggalang se-Jateng XVI di Semarang, Senin (2/9).

Menurutnya, indikator penguatan Moderasi beragama antara lain, Komitmen Kebangsaan, Toleransi, Anti Kekerasan dan Penerimaan terhadap tradisi atau budaya lokal.

Komitmen kebangsaan adalah penerimaan terhadap nilai luhur bangsa seperti Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika sebagai warisan leluhur.

Jika toleransi tidak berjalan,  lanjutnya, maka akan muncul potensi kejadian-kejadian bernuansa kekerasan. Ini tidak boleh terjadi, karena itu sikap dan tindakan intoleransi harus dihindari sejak dini.

Nara sumber  lainnya, Kak Sisawanta yang menyampaikan materi komitmen kebangsaan, mengajak anggota pramuka harus mencintai tanah air dan bangsa, sekaligus mencintai sesama manusia.

“Karena kita ada pada satu kerangka negara, maka komitmen kebangsaan adalah keterikatan dengan penuh tanggung jawab untuk setia dan menumbuhkan kesadaran diri sebagai bangsa,” tuturnya.

Sedangkan Kak Aini memaparkan pentingnya toleransi. Pengertian toleransi tidak sekedar menghargai, tetapi juga  memberi ruang orang lain untuk berpendapat. Sedangkan moderasi  adalah proses, dan hasilnya adalah toleransi. Sehingga toleransi ada ketika kedua arah saling memberi dan menerima.

Usai mengikuti paparan dari narasumber, peserta jambore  diberikan kesempatan untuk bertanya jawab sekaligus menyampaikan argumennya, sehingga dapat memahami dan mengimplementasikan materi pada diri sendiri dan lingkungan dengan baik.

Kegiatan yang mengusung tema TERAP , akronim dari Terampil, Rajin, Aplikatif, dan Peduli ini diikuti 1.362 pramuka penggalang, mereka mengikuti berbagai aktivitas yang mendukung keterampilan, kedisiplinan, inovasi, serta kepedulian sosial dan lingkungan.

Kegiatan Jamda  XVI Kwarda  Jawa Tengah Tahun 2024 berlangsung di Pusat Kegiatan Kepramukaan (Puskepram) Candra Birawa Karanggeneng, Gunungpati, Kota Semarang, 30 Agustus – 4 September 2024 dan Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Jawa Tengah, Kak Slamet Budi Prayitno.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *