Perhutani Divre Jateng Gelar Job Training Persemaian Jati di KPH Randublatung
BLORA[BahteraJateng] – Perum Perhutani Divisi Regional (Divre) Jawa Tengah menggelar Job Training Persemaian Jati di Persemaian Kapuan, RPH Mendenrejo, BKPH Beran, KPH Randublatung pada Kamis (25/6).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kompetensi tenaga teknis persemaian sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan bibit untuk target penanaman seluas 9.435 hektare pada 2026.
Pelatihan diikuti mandor persemaian dari 15 Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) se-Divre Jawa Tengah. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Departemen (Kadep) Pembinaan Sumber Daya Hutan (SDH) Divre Jateng Didiet Widhy Hidayat, Administratur/KKPH Randublatung Rovi Tri Kuncoro, serta narasumber dari Perhutani Forest Institute (PeFI), Rika Rahmawati dan Tris Wahyudi.
Administratur/KKPH Randublatung, Rovi Tri Kuncoro, mengatakan Persemaian Kapuan merupakan bekas Tempat Penimbunan Kayu (TPK) Kapuan yang kini dimanfaatkan sebagai pusat pembibitan.
“Luas persemaian mencapai dua hektare dengan kebun pangkas indukan seluas 0,5 hektare yang berisi sekitar 5.000 tanaman indukan,” ujarnya.
Rovi berharap pelatihan serupa dapat digelar secara bergilir di KPH lain di Jawa Tengah. Ia juga meminta peserta memberikan masukan sebagai bahan evaluasi untuk penyelenggaraan kegiatan berikutnya.
Sementara itu, Kadep Pembinaan SDH Divre Jawa Tengah, Didiet Widhy Hidayat, mengapresiasi kesiapan sarana persemaian di KPH Randublatung, mulai dari kebun pangkas, bedeng induksi hingga bedeng aklimatisasi.
Menurutnya, pelatihan ini menjadi bagian dari upaya Perhutani menyiapkan bibit jati yang cukup, baik dari sisi jumlah maupun kualitas, guna mendukung peningkatan target penanaman pada 2026.
“Ini upaya Divre Jateng agar 2026 kita memiliki kecukupan bibit dari sisi kuantitas dan kualitas. Bibit harus kuat dan siap tanam di lapangan,” katanya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai teknik persemaian jati, praktik lapangan, serta penggunaan Beauveria Plus sebagai pendukung pembibitan.
Kegiatan ditutup dengan diskusi, tanya jawab, dan evaluasi praktik lapangan sebagai bekal penerapan di masing-masing KPH.(day)

