Perhutani Kebonharjo Sosialisasikan Pengelolaan B3 dan PNBP kepada Warga Sekitar Hutan di Rembang
REMBANG[BahteraJateng] – Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Kebonharjo menggelar sosialisasi pengelolaan Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kepada masyarakat di kawasan hutan petak 100B Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Tuder, BKPH Tuder, Desa Wonokerto, Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang pada Selasa (30/6).
Kegiatan diikuti pengurus Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) dan para pesanggem di wilayah BKPH Tuder. Sosialisasi berlangsung secara dialogis di lapangan dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pengelolaan lingkungan dan kewajiban administrasi dalam pemanfaatan kawasan hutan.
Administratur/KKPH Kebonharjo melalui Asper/KBKPH Tuder, Sutikno, mengatakan kegiatan tersebut menyasar petani hutan dan warga yang beraktivitas di sekitar kawasan hutan agar memahami penggunaan B3 serta ketentuan PNBP.
“Pertemuan tatap muka ini sengaja digelar di lapangan agar penyampaian materi terasa lebih dekat, interaktif, dan mudah dipahami oleh masyarakat,” ujar Sutikno.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta diberikan edukasi mengenai penggunaan bahan kimia pertanian yang aman serta pengelolaan limbah B3. Warga juga diimbau tidak membuang kemasan maupun sisa bahan kimia sembarangan untuk menjaga kelestarian tanah dan sumber air di kawasan hutan.
Selain itu, Perhutani juga menjelaskan regulasi terkait PNBP sebagai bentuk transparansi atas kewajiban yang harus dipenuhi masyarakat dalam pemanfaatan sumber daya hutan secara legal.
Sutikno menilai pendekatan langsung di lapangan lebih efektif karena masyarakat dapat berdialog dan menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi.
Sementara itu, perwakilan pesanggem, Sunarto, mengapresiasi kegiatan tersebut. Menurutnya, sosialisasi membantu masyarakat memahami penggunaan B3 yang tidak mengganggu tanaman kehutanan sekaligus memberikan kejelasan mengenai kewajiban kontribusi dalam pemanfaatan lahan kawasan hutan.
Ia berharap kegiatan serupa terus dilakukan agar sinergi antara Perhutani dan masyarakat semakin kuat dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga.(day)

