Perhutani KPH Blora Salurkan Bantuan TJSL Senilai Rp125 Juta
BLORA [BahteraJateng]- Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Blora menyalurkan bantuan melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Non-Pendanaan Usaha Mikro Kecil (Non-PUMK) sebesar Rp125 Juta pada tahun 2024.
Angka ini meningkat dari rencana awal Rp100 Juta dan jauh melampaui realisasi tahun 2023 sebesar Rp61 Juta.
Administratur Perhutani KPH Blora, Yeni Ernaningsih menjelaskan, program TJSL ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mendukung keberlanjutan lingkungan, serta menjaga kelestarian alam.
“Mudah-mudahan ekonomi masyarakat menjadi lebih baik,” ujarnya, Jumat (27/12).
Selain bantuan TJSL Non-PUMK, kantor pusat Perhutani juga telah mengalokasikan 2.000 paket sembako akan disalurkan pada bulan Ramadhan 2024. Hal ini melengkapi upaya berkelanjutan dalam membantu masyarakat kurang mampu.
Dalam aspek penghijauan, KPH Blora menunjukkan komitmen dengan membagikan bibit tanaman kepada masyarakat.
Pada tahun 2023, sebanyak 1.000 bibit tanaman buah disalurkan kepada empat kelompok tani (Poktan) di Kabupaten Blora, bekerja sama dengan Dinas Pangan, Pertanian, Peternakan, dan Perikanan (DP4) Blora.
Tahun ini, 200 bibit kembali dibagikan, terdiri dari 170 bibit tanaman buah dan 30 bibit tabebuya. Distribusi dilakukan bersama Gerakan Wanita Sejahtera (GWS) Blora.
Yeni berharap, bantuan ini dapat memberikan manfaat signifikan bagi masyarakat desa dan lingkungan.
Ia juga mendorong masyarakat memanfaatkan lahan kosong, seperti pekarangan, pinggir embung, dan jalan desa, untuk program penghijauan. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mencintai lingkungan melalui aksi nyata.
“Program ini tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan, tetapi juga mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap penghijauan,” tambah Yeni.
Dengan peningkatan alokasi anggaran dan berbagai program penghijauan, Perhutani KPH Blora terus memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Program TJSL ini menjadi langkah strategis untuk menciptakan keseimbangan antara konservasi alam dan pembangunan sosial ekonomi masyarakat setempat. (hen)

