Tradisi Unik Bagi Nasi Jangkrik di Masjid Menara Kudus
KUDUS[BahteraJateng] – Pembagian Nasi Berkat atau yang lebih dikenal dengan Nasi Jangkrik pada puncak rangkaian tradisi Buka Luwur Kanjeng Sunan Kudus Tahun 1448 Hijriah/2026 Masehi, berlangsung di Kompleks Masjid, Menara dan Makam Sunan Kudus pada Kamis (25/6) pagi.
Ribuan masyarakat berdatangan sejak dini hari memadati lokasi untuk mendapatkan nasi berkat. Berdasarkan data panitia, sekira 5.000 orang mengantri untuk memperoleh Nasi Jangkrik yang dibagikan kepada masyarakat umum mulai pukul 05.00 WIB hingga 07.30 WIB.
Nasi berkat yang dibagikan berupa nasi putih dengan lauk daging kerbau dan daging kambing yang telah dimasak, kemudian dibungkus menggunakan daun jati sebagai ciri khas tradisi Buka Luwur Sunan Kudus.
Untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, panitia menyiapkan sekitar 9,1 ton beras, 22 ekor kerbau, dan 92 ekor kambing yang diolah menjadi puluhan ribu bungkus nasi berkat.
Untuk memastikan kegiatan berjalan aman dan tertib, Polres Kudus menerjunkan 329 personel yang bersinergi dengan unsur TNI, Satpol PP, Banser, petugas keamanan Menara Kudus, serta tenaga kesehatan.
Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo yang hadir langsung memantau mengatakan pengamanan dilakukan secara maksimal mengingat tingginya antusiasme masyarakat yang mengikuti tradisi tahunan tersebut.
“Kami menerjunkan personel di seluruh titik strategis untuk memastikan proses pembagian Nasi Jangkrik berjalan aman, tertib dan lancar,” ucap AKBP Heru Dwi Purnomo.
Polres Kudus juga menerapkan rekayasa arus lalu lintas di sejumlah ruas jalan sekitar kawasan Menara Kudus untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang hadir.
“Kami tidak hanya fokus pada pengamanan di lokasi pembagian Nasi Jangkrik, tetapi juga melakukan rekayasa arus lalu lintas di sejumlah titik sekitar kawasan Menara Kudus. Langkah ini dilakukan untuk mengurai kepadatan kendaraan sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang datang mengikuti rangkaian Buka Luwur Sunan Kudus,” ungkap Kapolres.
Untuk mengurai kepadatan massa, panitia membagi lokasi pembagian menjadi tiga titik antrian. Antrean laki-laki ditempatkan di sisi utara Menara Kudus, antrian perempuan di sisi selatan Menara atau depan Tajug, sedangkan pembagian nasi berkat salinan dan shodaqoh dilaksanakan di Gedung Menara dan Omah YM3SK Jalan Sunan Kudus.
Pada pukul 07.30 WIB, seluruh jatah Nasi Jangkrik untuk masyarakat umum telah habis dibagikan kepada masyarakat yang mengantri. Tradisi yang menjadi salah satu ikon budaya dan religi di Kabupaten Kudus tersebut kembali berlangsung dengan aman dan tertib.
“Alhamdulillah berkat kerja sama seluruh pihak, baik panitia, masyarakat, TNI, pemerintah daerah, relawan maupun seluruh personel pengamanan, kegiatan berjalan dengan tertib dan lancar. Arus lalu lintas juga dapat terkelola dengan baik sehingga tidak menimbulkan kemacetan yang signifikan,” ujar Kapolres. (day)

