UIN Walisongo dan Jiangsu Institute Luncurkan CITC–AI
SEMARANG[BahteraJateng] – Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang bekerja sama dengan Jiangsu Vocational Institute of Architectural Technology resmi meluncurkan China–Indonesia Training Center for Artificial Intelligence (CITC–AI) pada Jumat (17/10).
Pusat pelatihan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kerja sama pendidikan dan riset teknologi antara Indonesia dan China.
CITC–AI didirikan untuk mendorong kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, serta inovasi dalam kecerdasan buatan (AI) yang berorientasi pada pengembangan berkelanjutan.
Keberadaan pusat ini menandai tonggak penting dalam hubungan bilateral kedua negara di ranah transformasi digital.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Walisongo, Prof. Mukhsin Jamil, menyatakan bahwa pembentukan CITC–AI merupakan upaya menjembatani kesenjangan antara dunia akademik dan kebutuhan industri.
“AI sedang mengubah dunia dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan pendidikan harus berkembang bersamanya. CITC–AI mewakili komitmen kami untuk menghasilkan profesional AI yang siap menghadapi masa depan dan beretika,” ujarnya.
Pusat ini akan fokus pada pelatihan dan penelitian berbasis proyek yang disesuaikan dengan tantangan industri nyata. Programnya mencakup kursus singkat, bootcamp dasar-dasar dan aplikasi AI, serta sertifikasi profesional.
Selain itu, CITC–AI juga akan menyediakan pelatihan bagi dosen dan profesional, penelitian terapan, proyek percontohan yang mengatasi tantangan lokal, serta program pertukaran dosen dan mahasiswa.
Dalam dua tahun pertama, CITC–AI akan menjalankan peta jalan empat fase, mulai dari penyiapan infrastruktur, pengembangan kurikulum bersertifikat, hingga pembentukan saluran inkubasi.
Targetnya, dalam tiga tahun pusat ini dapat melatih lebih dari 500 peserta, mensertifikasi 30 pelatih, serta meluncurkan sedikitnya tiga proyek percontohan bersama mitra industri dan pemerintah.
Melalui kerja sama ini, Jiangsu Vocational Institute of Architectural Technology juga memberikan dukungan fasilitas senilai 8 ribu yuan atau sekitar Rp18 miliar.
Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas digital dan ekosistem inovasi, sekaligus mempererat hubungan pendidikan dan teknologi antara Indonesia dan China.

