40 Tahun Menabung dari Daun Pisang, Painah Akhirnya Menginjakkan Kaki di Tanah Suci
JEDDAH[BahteraJateng] – Suasana Bandara Internasional King Abdulaziz, Jeddah, Arab Saudi, siang itu dipenuhi ratusan jemaah haji yang baru tiba dari Indonesia. Di antara keramaian itu, sosok Painah tampak sederhana. Perempuan 65 tahun asal Dusun Ngegok, Wonosobo Barat itu tak kuasa menyembunyikan rasa harunya setelah akhirnya menjejakkan kaki di Tanah Suci pada Minggu (17/5/2026).
Perjalanan haji Painah bukan kisah tentang kemewahan. Jalan menuju Baitullah ia tempuh dari lembar demi lembar daun pisang yang dijualnya selama puluhan tahun.
Sejak lebih dari 40 tahun lalu, Painah menjalani rutinitas yang nyaris tak berubah. Saat sebagian orang masih terlelap, ia sudah bangun sekitar pukul 01.30 dini hari untuk memetik daun pisang dari kebun. Daun-daun itu kemudian dilipat, ditimbang, dimasukkan ke karung, lalu dibawa ke Pasar Pagi Wonosobo.
“Sudah lebih dari 40 tahun saya jualan daun pisang,” tuturnya kepada tim Media Center Haji 2026.
Penghasilannya tak menentu. Kadang hanya Rp15 ribu sehari, kadang Rp50 ribu, dan sesekali mencapai Rp200 ribu. Namun dari uang sederhana itulah Painah menyisihkan sedikit demi sedikit untuk tabungan haji.
Ia mulai mendaftar haji pada 2012. Selama 14 tahun menunggu antrean keberangkatan, rasa khawatir sempat menghampiri. Usianya terus bertambah dan tubuhnya mulai melemah. Ia bahkan pernah berpikir tabungan hajinya mungkin hanya akan dipakai untuk biaya berobat di masa tua.
Namun harapan itu tetap dijaganya.
Kini, doa yang ia rawat selama puluhan tahun akhirnya terkabul. Dengan mata berkaca-kaca, Painah mengaku sangat bersyukur bisa sampai di Tanah Suci.
“Remen sanget (senang sekali_red) bisa sampai tanah suci menjalankan ibadah haji,” ucapnya.
Dalam perjalanan sucinya, Painah didampingi putranya, Sabar Munasir, yang menggantikan ayahnya karena tidak memenuhi syarat istithaah.
Bagi keluarganya, perjalanan ini bukan sekadar ibadah, melainkan buah dari ketekunan, kesabaran, dan keyakinan yang dijaga selama puluhan tahun.

