Bandara Adi Soemarmo Uji Kesigapan dan Kemampuan Melalui Latihan PKD
BOYOLALI (BAHTERA JATENG] – PT Angkasa Pura Indonesia (Injourney Airports) Kantor Cabang Bandara Adi Soemarmo
menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan, salah satunya melalui latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD).
Latihan bertujuan menguji kesigapan dan kemampuan seluruh personel dalam menjalankan Standard Operating Procedur (SOP) ketika keadaan darurat.
Direktur Operasi InJourney Airports, Wendo Asrul Rose menekankan, fungsi koordinasi, komunikasi, dan komando dari antar unit kerja hingga antar instansi di bandara saat pelaksanaan latihan PKD berlangsung.
“Latihan PKD sebagai upaya antisipasi agar selalu siap dan sigap, baik dari segi kesiapan personel, fasilitas, maupun dokumen yang dimiliki bandara,” kata Asrul Rose, Kamis (3/10).
Dia mengatakan, latihan PKD juga merupakan upaya menguji dokumen Penanggulangan Keadaan Darurat Bandar Udara atau Airport Emergency Plan (AEP). Selain itu, dokumen Program Keamanan Bandar Udara atau Airport Security Program (ASP) serta Standard Operating Procedure (SOP) lainnya berlaku di bandara.
InJourney Airports, kata dia, berkomitmen terus meningkatkan kualitas dan kemampuan personel dalam menghadapi setiap risiko, ancaman serta gangguan keselamatan dan keamanan penerbangan. Di samping itu, dapat melakukan pertolongan dan evakuasi dalam keadaan darurat.
“Meskipun simulasi PKD ini menggunakan skenario, simulasi latihan ini mendekati kondisi nyata seperti terjadinya keadaan darurat di bandara, sehingga seluruh personel melaksanakannya sesuai dengan dokumen dan SOP keadaan darurat,” tukas General Manager Bandara Adi Soemarmo, Erick Rofiq Nurdin.
Latihan PKD dilaksanakan di Bandara Adi Soemarmo terdiri atas tiga jenis latihan. Meliputi psimulasi kecelakaan pesawat udara (aircraft accident exercise), simulasi ancaman keamanan di bandara (airport security exercise) dan simulasi kebakaran gedung (domestic fire exercise).
Dalam latihan tersebut, Aircraft Accident Exercise dilakukan di Bandara Adi Soemarmo saat pesawat Trulek Air tipe Airbus A330 – 200 dengan nomor penerbangan TA 924 rute Surabaya menuju Kulon Progo mengalami kerusakan
pada mesin sebelah kanan. Lalu, dinyatakan declare emergency untuk melakukan pendaratan darurat di Bandara Adi Soemarmo.
Pesawat Trulek Air mendarat darurat di Bandara Adi Soemarmo pukul 11.15 WIB melalui Runway 26. Ketika touchdown badan pesawat mengalami crash dan berhenti di daerah D3 pada gridmap.
Terdapat 250 orang penumpang dan 16 crew, sejumlah 243 orang selamat/ luka ringan, lima orang luka sedang, 15 orang luka berat dan tiga orang meninggal dunia.
Pada Airport Security Exercise, disimulasikan terjadi pergerakan massa demonstrasi sebelumnya berada di Balai Kota Surakarta menuju Bandara Adi Soemarmo.
Dalam simulasi tersebut, General Manager meningkatkan status keamanan bandara menjadi rawan (kuning) dan menyiapkan tim negosiator.
Namun mediasi gagal dan massa demonstrasi berusaha untuk tetap masuk ke daerah keamanan terbatas, sehingga status keamanan ditingkatkan menjadi darurat (merah).
Sementara pada Domestic Fire Exercise, disimulasikan terjadi ledakan pada panel listrik di area stasiun Kereta Bandara.
Tim Tanggap darurat segera melakukan proses evakuasi kepada seluruh pekerja dan penumpang berada di area stasiun kereta bandara.
Pihaknya melibatkan personel bandara, TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Darat, Kepolisian, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK), BASARNAS, Airnav, rumah sakit di sekitar area bandara, maskapai, serta para stakeholders terkait.
“Meskipun melibatkan banyak pihak terkait, seluruh rangkaian kegiatan latihan PKD tidak mengganggu operasional penerbangan dan pelayanan kepada pengguna jasa bandara,” tandas Erick.

