| |

Warga Sriwulan Demak Dirikan Bank Sampah Dukung Program Sampah Habis di Desa

DEMAK(BahteraJateng) – Warga desa Sriwulan Kecamatan Sayung Kabupaten Demak mendirikan bank sampah untuk mendukung realisasi program zero waste (sampah habis) di desa.

Ketua Bank Sampah Sriwulan Indah Sejahtera (BSSIS) Dra Hj Choirotun Salafiyah Rodli, M.Pd.I mengatakan pendirian lembaga ini sekaligus merupakan perwujudan warga dalam upaya berpartisipasi membebaskan wilayahnya dari berbagai dampak buruk dari sampah yang berserakan atau di buang di sembarang tempat.

“Selain itu juga untuk memanfaatkan jeda waktu warga terutama ibu-ibu rumah tangga disela kesibukannya sehari-hari dengan tidak membuang sampah secara sembarangan atau mengumpulkan sampah untuk dipilah-pilah sebelum disetorkan ke BSSIS,” kata Choirotun di Sayung Demak, Senin (2/12/2024).

Menurutnya, sampah yang dikumpulkan warga sebelum disetorkan ke bank sampah dipilah dan dipisahkan berdasarkan jenis, diantaranya plastik, kertas, kardus, kaleng, besi dan campuran .

Oleh BSSIS, lanjutnya sampah yang sudah terkumpul berdasarkan jenis itu dibeli oleh pengepul dan uangnya dikembalikan kepada warga, biasanya dana hasil pengumpulan sampah digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Dia menambahkan, khusus sampah berjenis plastik ditampung oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Demak melalui Bank Sampah Induk (BSI) Demak yang saat ini dipimpin Plt. Sekretaris DLH Dr Sudarwanto.

Jenis sampah plastik itu, ujarnya akan dijadikan bahan baku produk batako yang dimanfaatkan untuk membangun tanggul pesisir agar warga yang berdomisili di kawasan pantai tidak terganggu genangan air laut saat pasang (rob).

Hingga akhir Oktober lalu BSSIS Sayung berhasil mengumpulkan sampah plastik sebanyak 7 ribu kg lebih , kertas 4,1 ribu kg dan kaleng /besi 5,3 ribu kg. Oleh Pemkab Demak bank sampah ini akan dikembangkan ke seluruh wilayah pedesaan di kabupaten Demak.

“Karena dari kegiatan ini sangat dirasakan manfaatnya, selain ada unsur pemberdayaan kegiatan bank sampah juga mengandung unsur edukasi warga agar menjalani hidup bersih dan lingkungannya bebas sampah,” tuturnya.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *