Dugderan merupakan salah satu tradisi menyambut Ramadhan di Kota Semarang. Pada tahun ini suasana pasar dugderan kembali dimeriahkan wahana permainan. Dok Bahtera Jateng
| |

Dugderan di Kota Semarang Kembali Dimeriahkan Wahana Permainan

SEMARANG [BahteraJateng]- Dalam menyambut bulan suci Ramadhan, di Kota Semarang ada tradisi dugderan. Pada tahun ini suasana pasar dugderan kembali dimeriahkan wahana permainan.

Kepala bidang (Kabid) Bina Usaha Dinas Perdagangan Kota Semarang, Lilis Wahyuningsih menyakini bahwa adanya wahana permainan membikin suasana Dugderan menjadi hidup.

“Beberapa tahun kemarin dugderan tanpa adanya wahana permainan sepi sekali, tidak ada daya tariknya. Berasa pasar dugderan mati. Hal itu berdampak dengan lesunya pemasukan bagi pedagang,” ujar Lilis kepada awak media, Senin (17/2).

Ia mengungkapkan, sebelum dimulainya kegiatan Dugderan di tahun ini, banyak masukan dari pedagang dan masyarakat agar pada Dugderan tahun 2025, wahana permainan kembali ada.

“Pedagang dan masyarakat beranggapan pasar dugderan seperti tidak bernyawa akibat tidak adanya wahana permainan,” katanya.

Lebih lanjut, Lilis mengatakan pada tahun ini, pedagang di Pasar Dugderan terdaftar ada sekitar 225 pedagang, digabung dengan yang berada di halaman Masjid Kauman.

Dengan kembali hadirnya wahana permainan, diharapkan perekonomian semakin hidup dan Dugderan tahun ini berjalan sukses dan meriah.

“InsyaAllah perekonomian tahun ini meningkat,” imbuhnya.

Pasar Dugderan tahun ini diselenggarakan selama 10 hari, dari tanggal 17 Februari sampai tanggal 28 Februari.

“Mudah-mudahan masyarakat bisa menikmati Pasar Dugderan,” pungkas Lilis.(sun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *