Goa Maria Kerep Ambarawa menjadi tempat tujuan umat Kristiani untuk meneduhkan jiwa dari hiruk pikuk dunia. Hendrati Hapsari/ Bahtera Jateng
|

Meneduhkan Jiwa di Gua Maria Kerep Ambarawa

SEMARANG [BahteraJateng]- Umat Kristiani bersiap menyambut Hari Paskah (Hari Kebangkitan Tuhan Yesus). Gua Maria Kerep Ambarawa (GMKA) bisa menjadi tujuan perziarahan memaknai peristiwa penyaliban Yesus demi menebus dosa manusia.

Wisata religi terletak di Jalan Tentara Pelajar, Kelurahan Panjang, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang

menghadirkan suasana tenang dan damai daerah perbukitan. Bahtera Jateng mengunjungi GMKA pada Sabtu (12/4) disambut cuaca mendung. Atmosfer sejuk cocok bagi peziarah menepi dari keriuhan kesibukan dan memilih meneduhkan jiwa serta melakukan refleksi individu.

Kendaraan dari berbagai daerah akan memenuhi tempat parkir. Di area ini beragam penjual souvenir, bunga, sayur hingga penganan. Peziarah akan memenuhi pelataran pada pekan-pekan tertentu terlebih saat Paskah dan Natal.

Peziarah menapaki jalur Jalan Salib dengan relief sengsara Yesus sampai ke bagian atas diibaratkan Bukit Golgota.

Memasuki pelataran Gua Maria Kerep Ambarawa terdapat Plataran Air Hidup. Di dekat gua, juga terdapat kran mengalirkan air bening dan sejuk. Bahkan ada pula meminum air dari kran itu.

Usai berdoa, bisa melanjutkan mengeksplorasi taman luas di sekita tempat tersebut. Taman ini sangat luas, terbentang hijau rumput dan ada beberapa patung menggambarkan beberapa mukjizat dilakukan Yesus. Misalnya tentang lima roti dan dua ikan. Kemudian Yesus mengubah air menjadi anggur dalam perjamuan di Kana.

Untuk menuju ke sana memang cukup mudah baik dari arah Semarang atau Yogyakarta. Peziarah mulai mengurangi kecepatan kendaraan saat melihat Terminal Ambarawa. Ketika dari arah Semarang belok ke arah kanan sedangkan dari arah Yogya belok ke kiri.

Di ujung gang akan melihat warung tenda warna kuning tak lain adalah Pecel Mbok Kami. Warung puluhan tahun buka ini selalu jadi incaran peziarah maupun pengunjung ingin melanjutkan perjalanan darat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *