Aktivitas Belanja Offline Lengkapi Strategi Membangun Merek
JAKARTA [BahteraJateng]- Aktivasi belanja offline kembali dilirik konsumen di tengah pesatnya pertumbuhan industri digital marketing di Indonesia. Metode ini merupakan pendekatan strategis tak tergantikan untuk mengunggah kesadaran masyarakat terkait merek.
Agensi digital marketing Triyasa Kreasi Bersama (TRYS) menegaskan bahwa integrasi kanal digital dan offline menjadi kunci dalam membangun brand engagement kuat dan berkelanjutan.
“Media sosial dan kanal digital lain menjadi sarana penyampaian pesan brand masif. Namun demikian, TRYS menekankan interaksi digital tidak dapat sepenuhnya menggantikan kedalaman hubungan yang tercipta melalui offline activation atau aktivasi tatap muka,” ungkap Chief Executive Officer (CEO) TRYS, Rangga Rahimsono, Rabu (30/5).
Dia menyatakan, keberhasilan pemasaran bukan tentang memilih antara online atau offline melainkan integrasi keduanya secara strategis. Konsumen tetap mencari interaksi autentik dan personal.
“Interaksi langsung melalui aktivasi offline seperti direct sampling, product education dan experiential marketing tetap memainkan peran penting,” kata dia.
TRYS, dikenal lewat eksekusi kampanye-kampanye brand besar seperti Wuling Motors, 100Plus dan POKKA, telah berhasil merancang dan mengeksekusi kampanye yang menggabungkan kekuatan media sosial, konten digital dan interaksi offline. TRYS berhasil mendorong peningkatan brand awareness, engagement, hingga konversi pelanggan.
“Keberhasilan aktivasi offline dapat diukur melalui kombinasi indikator kuantitatif dan kualitatif. Secara kuantitatif, diukur dari jumlah partisipan, volume distribusi sampel, peningkatan penjualan di lokasi aktivasi, hingga jumlah leads atau data calon pelanggan yang berhasil dikumpulkan. Secara kualitatif, kami menilai kualitas interaksi antara brand ambassador dan konsumen, engagement selama acara berlangsung, serta feedback langsung dari peserta,” papar Rangga.
Pihaknya menyakini di tengah hiruk-pikuk konten digital, kehadiran fisik brand di tengah masyarakat akan menjadi pembeda utama.
“Aktivasi offline bukan hanya pelengkap, melainkan ujung tombak dalam menciptakan koneksi emosional yang berkelanjutan antara brand dan konsumennya,” pungkas dia.

