Raih Gelar Doktor UIN Walisongo, Agus Fathuddin Yusuf Persembahkan untuk Kedua Orang Tuanya
SEMARANG[BahteraJateng] – Wartawan senior Suara Merdeka sekaligus Sekretaris MUI Jawa Tengah, Agus Fathuddin Yusuf, resmi dikukuhkan sebagai doktor dalam prosesi wisuda Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang pada Sabtu (23/8).
Prosesi wisuda dipimpin Ketua Senat UIN Walisongo, Prof Dr Abdul Jamil MA, disaksikan Rektor Prof Dr Nizar Ali dan Wakil Rektor I Bidang Akademik, Prof Dr Mukhsin Jamil.
Dalam prosesi tersebut, Prof Muchyar memindahkan kuncir toga di kepala Agus Fathuddin Yusuf sebagai tanda kelulusan, dilanjutkan penyerahan ijazah oleh Sekretaris Pascasarjana Prof Dr Nasikhun Amin.
Wisuda Agustus 2025 tercatat sebagai yang terbesar sepanjang sejarah IAIN-UIN Walisongo dengan jumlah lulusan mencapai 2.023 orang.
Rinciannya, 13 lulusan program doktor (S3), 72 lulusan magister (S2), dan 1.931 lulusan sarjana (S1). Dengan tambahan ini, sejak berdiri pada 1970, UIN Walisongo telah melahirkan 504 doktor, 2.550 magister, 55.644 sarjana, 1.375 ahli madya, dan 105 ahli muda.
Agus mengaku penuh haru saat resmi menyandang gelar doktor. “Sah sudah aku menyandang gelar doktor, jenjang akademik paling tinggi yang menjadi cita-cita banyak orang,” ujarnya.
Namun kebahagiaan tersebut diwarnai duka. Sang ayah, Saliyun Moh Amir, meninggal dunia pada 28 April 2025, beberapa bulan sebelum ujian terbuka promosi doktor yang digelar 4 Juli 2025.
Agus mengenang, sebelum wafat, ayahnya sempat menanyakan perkembangan studi doktoralnya. “Bapak gembira sekali saat aku katakan ujian sudah lulus. Beliau bahkan memelukku berkali-kali,” kenangnya.
Saat namanya dipanggil maju, Agus mengaku tak kuasa menahan air mata. “Dalam hati aku berkata, ‘Bapak, toga ini kupersembahkan untukmu. Semoga engkau bahagia di surga,’” tuturnya.
Di sisi lain, ibunda Agus, Siti Nafisah Saliyun, tidak dapat hadir karena masih menjalani perawatan di RSI Sultan Agung Semarang.
Seusai prosesi, Agus bersama keluarga langsung sowan ke rumah sakit untuk memohon doa restu.
Bagi Agus, wisuda kali ini bukan sekadar pengukuhan akademik, melainkan wujud persembahan cinta seorang anak kepada kedua orang tuanya.

