Pemkot Semarang
Waspada penipuan melalui aplikasi WhatsApp (WA) yang mencatut nama dan foto Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng.(Dok Humas Pemkot)
|

Waspada! Modus Penipuan via WA Gunakan Foto Wali Kota Semarang untuk Kepentingan Pribadi

SEMARANG[BahteraJateng] – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terkait maraknya modus penipuan melalui aplikasi WhatsApp (WA) yang mencatut nama dan foto Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng.

Kasus tersebut terungkap setelah beredar nomor WA dengan registrasi palsu yang menampilkan foto profil Wali Kota untuk memuluskan permintaan dana kepada calon korban.

Menurut informasi yang diteruskan dari Wakasatintel Polres, telah ada warga yang menjadi korban dari penipuan berkedok pejabat tersebut. Pelaku menggunakan nomor dengan registrasi fiktif yang hanya aktif di aplikasi WhatsApp.

“Nomor tersebut tidak akan muncul pada kontak telepon biasa jika diblokir. Ini membuat masyarakat harus lebih berhati-hati,” ujar Asisten Pemerintahan Sekda Kota Semarang, Mukhamad Khadik pada Rabu (3/12).

Khadik menegaskan bahwa Wali Kota Agustina Wilujeng tidak pernah menghubungi masyarakat secara pribadi untuk meminta dana, bantuan, atau transfer uang dalam bentuk apa pun melalui nomor WA pribadi.

Ia menambahkan, keterbatasan penindakan pada nomor dengan registrasi palsu membuat masyarakat perlu mengambil langkah pencegahan mandiri.

Pemkot Semarang memberikan empat langkah utama yang harus dilakukan masyarakat untuk mencegah menjadi korban penipuan serupa. Pertama, tidak merespons pesan mencurigakan, terutama yang berisi permintaan dana atau data pribadi.

Kedua, memblokir nomor tersebut di aplikasi WhatsApp maupun perangkat seluler. Ketiga, melaporkan nomor pelaku ke kepolisian, baik Polres maupun Polsek terdekat.

Yang terakhir, selalu melakukan verifikasi terhadap informasi yang mengatasnamakan Wali Kota atau Pemkot melalui saluran komunikasi resmi.

Pemkot juga meminta warga untuk menyebarluaskan informasi ini kepada keluarga dan lingkungan sekitar agar tidak ada lagi yang terjebak dalam modus penipuan tersebut.

“Masyarakat diharapkan tetap waspada dan tidak mudah percaya pada pesan pribadi yang mencatut identitas pejabat pemerintah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *