Kinerja Gubernur Jateng Perlu Diamplifikasi untuk Tepis Informasi yang Menafikkan
SEMARANG[BahteraJateng] – Kinerja gubernur dan wakil gubenur Jawa Tengah dalam kurun waktu satu tahun terakhir seharusnya diamplifikasi ke tengah – tengah publik untuk mengimbangi berbagai informasi yang menafikkan capaian kinerjanya.
Pengamat Politik dan dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Nur Hidayat Sardini, mengatakan selain untuk menepis informasi yang menyesatkan, amplifikasi kinerja itu sekaligus menjadi bagian dari akuntabilitas publik pasangan Ahmad Lutfi dan Taj Yasin Maemun setelah dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur Jateng setahun lalu.

“Luthfi – Yasin sudah kerja keras, kinerjanya perlu diamplifikasi, tapi jangan dengan cara membabi buta, yang wajar-wajar saja,” kata Nur Hidayat dalam acara Ngabuburit Jurnalis Focus Group Dyscussion (FGD) 1 Tahun Luthfi-Yasin Ngopeni Nglakoni yang diselenggarakan Forum Wartawan dan Pemprov Jateng (FWPJT) di Co-Working Space Gedung A Lantai 1 Kantor Gubernur Jateng pada Senin (23/2).
Menurutnya, dalam kurun waktu setahun lalu Luthfi – Yasin sudah bekerja keras, namun publik banyak yang tidak mengetahui karena minimnya publikasi baik di media massa maupun media sosial,karena memang pasangan gubernur dan wagub Jateng ini terkesan sepi ing pamrih rame ing gawe.

Kegaduhan akibat kenaikan pajak kendaraan di Jateng beberapa waktu lalu, lanjutnya, dapat dijadikan pengalaman, kalau saja otoritas mempublikasikan pembiayaan berbagai infrastruktur yang sumber dananya dari pajak lebih massif, kegaduhan yang berpangkal dari kebijakan kenaikan pajak kendaraan bermotor itu tidak seheboh yang terjadi.
Dia menambahkan, karakter masyarakat Jateng itu tingkat ketaatannya terhadap pemimpin sangat tinggi, apalagi ditopang dengan ketaatan berlandaskan ajaran agama, maka kalau saja penggunaan atau kemanfaatan pajak itu untuk apa, publik akan memahami perubahan kebijakan itu.
Karena itu, ujarnya memasuki era tahun kedua kepemimpinan Luthfi Yasin di Jateng amplifikasi kinerjanya harus diprioritaskan agar kinerja dan kerja keras gubernur-wagub Jateng dapat didengar lebih nyaring dan diketahui lebih gambang dan terbuka.
Hal ini sekaligus untuk meredam suara-suara minor yang menafikkan kerja keras yang telah dilakukan, sekaligus meredam isu-isu liar yang menjadi pemicu munculnya kegaduhan.
Selain melakukan amplifikasi, sudah saatnya Luthfi Yasin ketika memasuki era tahun kedua kepemimpinannya mencari terobosan atau menggali sumber-sumber pendapatan selain pajak yang tidak membebani masyarakat.
Potensi pariwisata misalnya, sektor ini di Jateng potensinya masih dapat dioptimalkan lagi, demikian juga sektor ekonomi kreatif juga masih bisa dikembangkan, ketersediaan infrastruktur perhubungan seperti jalan tol, pelabuhan dan bandara dapat dijadikan pemicu pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Wakil ketua DPRD Jateng, M Soleh, mengatakan untuk meningkatkan pendapatan daerah itu memang dibutuhkan langkah-langkah yang inovatif dan kreatif.
Keberadaan infrastruktur vital seperti bandara internasional A Yani di Semarang dan Adi Sumarmo Solo, jalan tol, dan sebagainya dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Saya rasa masih banyak potensi – potensi yang dapat digali untuk meningkatkan pendapatan daerah, termasuk optimalisasi kinerja BUMD-BUMD” ujarnya .(day)

