Endro Pudyo Martanto
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto.(Dok. BahteraJateng/day)

Pemkot Semarang Ajukan EWS Longsor ke Pemprov Jateng

SEMARANG[BahteraJateng] – Pemerintah Kota Semarang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Semarang (BPBD) berencana mengajukan bantuan pemasangan early warning system (EWS) khusus tanah gerak atau longsor kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Kepala BPBD Kota Semarang, Endro Pudyo Martanto, mengatakan saat ini perangkat EWS yang dimiliki Pemkot Semarang masih difokuskan untuk mendeteksi potensi banjir. Padahal, sejumlah wilayah di Ibu Kota Jawa Tengah memiliki kerawanan terhadap pergerakan tanah dan longsor.

“Untuk sistem peringatan dini tanah gerak atau longsor kita belum punya. Yang ada saat ini khusus untuk banjir,” ujar Endro, belum lama ini.

Beberapa wilayah yang dinilai rawan antara lain Kecamatan Gunungpati, Jangli, hingga kawasan Sadeng. Menurutnya, potensi kerawanan tersebut perlu diantisipasi dengan dukungan teknologi peringatan dini agar masyarakat bisa mendapatkan informasi lebih cepat ketika terjadi pergerakan tanah.

Endro menambahkan, di Jawa Tengah baru dua daerah yang telah memiliki EWS yang mampu mendeteksi tanah gerak atau longsor, yakni Kabupaten Karanganyar di kawasan lereng Gunung Lawu serta Kabupaten Cilacap.

BPBD Kota Semarang saat ini tengah melakukan pendekatan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah guna memperoleh dukungan pemasangan EWS longsor di titik-titik rawan. “Kita coba minta Pemprov untuk bisa memberikan bantuan. Kalau dilihat potensi di Semarang ini cukup rentan,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti juga menyoroti meningkatnya kejadian tanah gerak dan longsor di Kota Semarang. Ia menyebut, muncul anggapan bahwa peningkatan tersebut terjadi pascagempa di Pacitan beberapa waktu lalu.

“Benar atau tidak kaitannya dengan gempa, yang jelas kita tetap waspada,” ujarnya.

Pemkot Semarang, lanjutnya, akan meningkatkan kesiapsiagaan terutama di wilayah rawan longsor dengan memastikan seluruh jajaran tetap siaga menghadapi potensi bencana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *