Humas UIN Walisongo
Tim kehumasan UIN Walisongo Semarang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk “Teknik Monitoring Media Sosial dan Media Massa untuk Penyusunan Narasi Strategis” di Hotel Aston Solo, Rabu (29/4).(Dok. UIN Walisongo)

Perkuat Narasi Strategis, Humas UIN Walisongo Gelar Bimtek Monitoring Media

SOLO[BahteraJateng] — Tim kehumasan UIN Walisongo Semarang menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) bertajuk “Teknik Monitoring Media Sosial dan Media Massa untuk Penyusunan Narasi Strategis” pada Rabu (29/4) di Hotel Aston Solo. Kegiatan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat pengelolaan informasi dan citra lembaga di era digital.

Sebanyak 32 peserta yang terdiri dari staf Kerja Sama, Kelembagaan, dan Humas (KKH) serta pelaksana kehumasan di lingkungan kampus mengikuti kegiatan tersebut. Para peserta mendapatkan pembekalan langsung dari narasumber media Solopos terkait teknik monitoring media yang efektif.


Ketua Tim KKH UIN Walisongo, Muhammad Sirojudin Munir, dalam laporannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program strategis untuk merespons dinamika informasi publik yang kian cepat.

“Penyusunan narasi strategis harus diawali dengan analisis isu berbasis data yang kuat. Melalui Bimtek ini, kita ingin mempertajam strategi agar setiap pesan yang disampaikan kampus benar-benar berdampak,” ujarnya.


Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama (AAKK), M. Fatah, secara resmi membuka kegiatan sekaligus memberikan arahan kepada peserta. Ia menekankan peran penting humas sebagai garda terdepan dalam menjaga citra institusi.

“Kita tidak boleh hanya menjadi penonton di tengah derasnya arus informasi. Humas harus menjadi pemain yang mampu menentukan arah narasi kampus,” tegasnya.

Fatah juga mengingatkan pentingnya kecepatan dan ketepatan dalam penyampaian informasi agar tidak kehilangan momentum di ruang publik. Ia menutup arahannya dengan pesan kunci bagi para praktisi humas.

“Prinsipnya ada dua: update dan upgrade. Terus perbarui informasi dan tingkatkan kemampuan agar mampu menyusun narasi yang kuat,” pungkasnya.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi teknis mengenai metodologi monitoring media serta praktik penyusunan narasi strategis berbasis data.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *