SPMB SMP Kota Semarang 2026
Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan.(Foto. BahteraJateng/day)
|

SPMB SMP Kota Semarang 2026 Dibuka, Hanya Mampu Tampung 73 Persen Lulusan SD

SEMARANG[BahteraJateng] – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMP Kota Semarang Tahun 2026 resmi dibuka pada 22-26 Juni 2026. Namun, daya tampung SMP negeri di Kota Semarang hanya mampu mengakomodasi sekitar 73 persen lulusan SD.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Muhammad Ahsan, mengatakan jumlah lulusan SD negeri pada tahun 2026 mencapai 21.027 siswa. Sementara itu, total kuota yang tersedia di SPMB SMP negeri hanya sebanyak 15.366 kursi.

“Tapi untuk lulusan MI kami tidak memiliki data. Saya rasa jumlah lulusan SD dengan daya tampung SMP negeri masih proporsional karena masih ada sekolah swasta berbayar yang juga siap menerima calon murid dari lulusan-lulusan SD itu,” ujar Ahsan pada Senin (22/6).

Menurutnya, sekolah swasta merupakan mitra pemerintah dalam menyediakan layanan pendidikan. Karena itu, ketidakseimbangan antara jumlah lulusan dan daya tampung SMP negeri dinilai bukan menjadi persoalan besar.

“Sekolah negeri tidak bisa menampung semua lulusan SD negeri dan SD swasta. Kalau nanti semua tertampung di negeri, sekolah swastanya yang sekolah siapa,” imbuhnya.

Pada SPMB SMP 2026, kuota penerimaan dibagi ke dalam empat jalur seleksi, yakni:
Jalur domisili: 40 persen;
Jalur prestasi: 25 persen;
Jalur afirmasi: 25 persen;
Jalur mutasi: 5 persen.

Ahsan menjelaskan, jalur afirmasi menjadi instrumen untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh akses pendidikan gratis.

Jika tidak diterima di sekolah negeri, mereka masih memiliki kesempatan untuk bersekolah di sekolah swasta gratis yang tahun ini telah terintegrasi dengan sistem SPMB.

Ia menyebut, pola serupa telah diterapkan pada SPMB jenjang SD dan seluruh calon murid dari keluarga kurang mampu telah tertampung, baik di sekolah negeri maupun sekolah swasta gratis.

“Kami ingin memastikan anak-anak yang berasal dari keluarga tidak mampu itu mendapatkan layanan pendidikan gratis. Untuk sementara ini data yang masuk sudah ada 12.000 siswa yang mendaftar di sistem SPMB,” ungkapnya.

Ratusan Wali Murid Datangi Posko Aduan

Pada hari pertama pelaksanaan SPMB SMP 2026, posko aduan yang dibuka di Kantor Dinas Pendidikan Kota Semarang dipadati ratusan orang tua dan wali murid yang mengalami kendala saat melakukan pendaftaran melalui sistem SPMB.

Berdasarkan pantauan di lokasi, jumlah antrean mencapai sekitar 300 orang. Aula Kantor Dinas Pendidikan yang dijadikan posko pengaduan dipenuhi para orang tua yang datang membawa berbagai permasalahan.

Salah seorang wali murid, Aya, mengaku mengalami kendala saat mendaftarkan anaknya melalui jalur prestasi. Data prestasi yang sebelumnya telah terverifikasi di aplikasi Sang Juara tidak otomatis muncul pada jurnal SPMB.

“Sudah diinput di Sang Juara, sudah terverifikasi. Tapi ketika diinput datanya di jurnal SPMB tidak muncul. Makanya saya ke posko aduan untuk menanyakan hal itu,” tuturnya.

Setelah dilakukan input ulang di posko pengaduan, proses pendaftaran akhirnya dapat diselesaikan. Aya mendaftarkan anaknya ke SMP Negeri 21 Semarang melalui jalur prestasi dengan bekal prestasi Juara III Siaga tingkat kecamatan serta penghargaan Pramuka Garuda Siaga.

“Sudah selesai masalahnya, tadi di posko aduan datanya diinput ulang. Anak saya sudah bisa daftar di SMPN 21 Semarang,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *