Konsolidasi 107 Pimpinan Mahasiswa se-Solo Raya, Aliansi BEM Solo Perkuat Jejaring Gerakan
SOLO[BahteraJateng] – Sebanyak 107 perwakilan pimpinan mahasiswa se-Solo Raya yang tergabung dalam Aliansi BEM Solo berkumpul dalam Forum Diskusi Publik bertajuk “Menjawab Kepemimpinan Pemuda: Mengawal Ekonomi Kerakyatan, Merawat Ruang Demokrasi” di Aula Gedung Perpustakaan Universitas Bangun Nusantara (Univet) Sukoharjo pada Senin malam (22/6).
Pertemuan lintas kampus tersebut menjadi momentum konsolidasi mahasiswa untuk memperkuat jejaring dan mempererat persatuan gerakan mahasiswa di wilayah Solo Raya.
Koordinator Pusat (Korpus) Aliansi BEM Solo, Dimas, mengatakan konsolidasi tersebut menunjukkan komitmen mahasiswa untuk membangun gerakan yang solid dan tidak mudah terpecah oleh berbagai kepentingan.
“Solo adalah kota yang tumbuh di atas nilai multikultural dan pluralisme yang telah teruji oleh sejarah. Nilai inilah yang harus kita jadikan kompas dalam membangun gerakan, dengan mewujudkan gerakan yang inklusif, gerakan yang merangkul, dan gerakan yang tidak mudah diadu domba,” ujar Dimas saat membacakan pernyataan sikap resmi aliansi.
Menurutnya, kekuatan utama gerakan mahasiswa di Solo Raya terletak pada kemampuan membangun jalinan sosial yang inklusif dan menjaga semangat kebersamaan di tengah keberagaman latar belakang kampus maupun pandangan.
Dimas menambahkan, konsolidasi lintas kampus perlu diikuti dengan keterlibatan berbagai elemen dalam mengawal isu-isu publik secara bersama-sama.
“Untuk memulai gerakan yang konsisten di Kota Solo, perlu dimulai dengan mengimplementasikan nilai toleransi secara maksimal. Artinya, kita harus melibatkan berbagai elemen dalam pengawalan isu, serta menghargai perbedaan pandangan yang dijaga dalam semangat kebhinekaan untuk satu perjuangan,” katanya.
Dalam forum tersebut, pengamat kebijakan publik Erwina Tri menilai kekayaan kultural dan nilai inklusivitas di Solo merupakan modal penting bagi keberlangsungan gerakan mahasiswa. Ia mendorong mahasiswa untuk terus memperkuat konsolidasi dan beradaptasi dengan perkembangan ruang digital agar gerakan tetap relevan di era modern.
Melalui forum yang dihadiri 107 pimpinan mahasiswa se-Solo Raya tersebut, Aliansi BEM Solo menyatakan komitmennya untuk terus menjaga persatuan, memperkuat jejaring antarkampus, serta mengawal berbagai isu publik melalui gerakan yang inklusif dan berlandaskan semangat kebhinekaan.

