Kantor PWI Kabupaten Kudus dan IJTI Muria Raya
Gerbang kantor PWI Kabupaten Kudus dan IJTI Muria Raya ditutup pasca aksi penggerudukan anggota ormas, Selasa (14/4).(Dok. BahteraJateng/GW)

Anggota Ormas Geruduk Kantor Wartawan Kudus, PWI: Aksi Premanisme Ancam Kebebasan Pers!

KUDUS[BahteraJateng] – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, mengecam aksi penggerudukan yang dilakukan sejumlah anggota ormas ke Kantor PWI Kudus dan IJTI Muria Raya pada Selasa (14/4) malam. Aksi yang disertai intimidasi terhadap jurnalis itu dinilai sebagai ancaman terhadap pers.

Dari kronologi yang diperoleh Bahtera Jateng, sejumlah anggota salah satu ormas datang sekira pukul 22.00 wib, dan mencari wartawan Tribun Jateng. Mereka menyatakan hendak meminta klarifikasi terkait ilustrasi foto dalam pemberitaan media tersebut mengenai dugaan pemerasan terhadap pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Jalan Sunan Muria, yang diduga melibatkan anggota ormas.


Namun, saat bertemu dengan wartawan yang kebetulan sedang berada seorang diri di kantor PWI, massa disebut juga melakukan intimidasi. Bahkan, terdapat upaya pemaksaan disertai ancaman agar wartawan yang bersangkutan menyampaikan permintaan maaf yang direkam dalam bentuk video.

Atas kejadian ini, Ketua PWI Kabupaten Kudus Saiful Annas, menilai tindakan yang dilakukan anggota ormas tersebut salah sasaran.

“Klarifikasi atas pemberitaan media massa seharusnya dilakukan melalui mekanisme yang telah diatur dalam Undang-Undang Pers. Di antaranya hak jawab atau hak koreksi. Bukan malah mengerahkan massa. Apalagi disertai tindakan intimidatif,” tegasnya pada Rabu (15/4).

Pihaknya mengecam segala bentuk tindakan premanisme, intimidasi, dan ancaman terhadap insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik.

PWI Kabupaten Kudus mendesak Ormas PP untuk bertanggung jawab atas dampak psikologis yang ditimbulkan, serta meminta pihak-pihak yang terindikasi melakukan teror dan intimidasi untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka, ucap Saiful.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *