Dea Angelia Kamil
Dea Angelia Kamil, lulusan Program Studi Doktor Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM.(Dok Humas UGM)

Dea Angelia Kamil Raih Gelar Doktor UGM di Usia 26 Tahun 11 Bulan

YOGYAKARTA[BahteraJateng] — Universitas Gadjah Mada (UGM) mewisuda sebanyak 1.061 lulusan pascasarjana dalam periode terbaru. Jumlah tersebut terdiri atas 825 lulusan magister, 118 lulusan spesialis, 14 lulusan subspesialis, 104 lulusan doktor, serta 13 lulusan dari periode sebelumnya.

Dari total lulusan doktor, nama Dea Angelia Kamil mencuri perhatian. Lulusan Program Studi Doktor Ilmu Komputer, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UGM ini resmi menyandang gelar doktor pada usia 26 tahun 11 bulan 17 hari, jauh di bawah rata-rata usia lulusan doktor UGM yang mencapai 40 tahun 5 bulan 15 hari.

Dea mengungkapkan, capaian tersebut tidak lepas dari persiapan akademik yang matang serta dukungan beasiswa. Ia mengikuti program akselerasi sejak bangku SMA dan memperoleh beasiswa Pendidikan Magister Menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) saat mendaftar program pascasarjana. Melalui program tersebut, Dea mampu menyelesaikan pendidikan S2 dan S3 dalam waktu sekitar empat tahun.

Ketertarikannya pada bidang komputasi sejak jenjang sarjana mendorong Dea berpindah dari jurusan Matematika ke Ilmu Komputer. Pilihan itu diambil untuk memperdalam bidang machine learning dan artificial intelligence.

Selama menempuh program doktor, Dea juga mengikuti Program Peningkatan Kualitas Publikasi Internasional (PKPI) bagi mahasiswa PMDSU. Melalui program tersebut, ia berkesempatan melakukan penelitian di University of Ulsan, Korea Selatan, dengan topik Intelligent Transportation System, khususnya pada vehicle speed estimation. Penelitian tersebut berfokus pada pengembangan sistem otomatis yang meminimalkan intervensi manual.

Mahasiswi asal Lamongan, Jawa Timur, ini mengakui bahwa pengalaman riset di luar negeri menjadi tantangan tersendiri. Ritme kerja yang padat, disiplin tinggi, serta cuaca ekstrem, terutama musim dingin, menjadi ujian ketangguhan selama menjalani studi.

Keberhasilannya juga didukung lingkungan akademik yang suportif, termasuk bimbingan promotor Prof. Agus Harjoko di Laboratorium Elektronika dan Instrumentasi (Elins) UGM. Kebahagiaan Dea semakin lengkap karena sang suami, yang juga rekan satu program PMDSU, turut diwisuda pada kesempatan yang sama.

Menutup kisahnya, Dea berpesan bahwa menempuh jenjang doktor membutuhkan kesiapan mental yang kuat. Menurutnya, meski tidak mudah, setiap proses dalam perjalanan akademik akan terasa berharga bagi mereka yang telah menemukan jalannya.(day)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *