Fakta Puasa Bikin Tubuh Sehat, Berdasarkan Syariat dan Sains
BLORA[BahteraJateng] – Puasa tidak hanya menjadi kewajiban ibadah bagi umat Islam, tetapi juga memiliki manfaat besar bagi kesehatan tubuh. Hal tersebut disampaikan Ustaz Gundala Wejasena dalam ceramah tarawih di Masjid Nurul Falah, Perumnas Karangjati, Kabupaten Blora, belum lama ini.
Dalam ceramahnya, Ustaz Gundala menjelaskan, bahwa puasa memiliki dasar ilmiah yang selaras dengan ajaran Islam. Ia mengutip hadis Nabi Muhammad SAW, “Sumu Tashihhu” yang berarti berpuasalah maka kamu akan sehat.

Menurutnya, anjuran makan sahur dalam Islam bukan sekadar tradisi, tetapi memiliki fungsi fisiologis penting bagi tubuh. Sahur memberikan cadangan energi yang akan digunakan tubuh sepanjang hari.
“Ketika cadangan energi tersebut habis, tubuh mulai menggunakan glukosa darah sehingga kadar gula darah menurun, yang bermanfaat bagi penderita diabetes,” jelasnya.

Saat memasuki siang hari, tubuh kemudian mulai membakar lemak sebagai sumber energi alternatif. Proses ini dapat menurunkan kadar kolesterol jahat, menjaga kesehatan jantung, sekaligus membantu menurunkan berat badan secara alami.
Selain itu, ia juga menyinggung temuan ilmuwan Jepang peraih Nobel Kedokteran 2016, Yoshinori Ohsumi, mengenai proses autofagi, yaitu mekanisme pembersihan sel tubuh.
“Proses ini terjadi saat seseorang berpuasa sekitar 8 hingga 16 jam, di mana tubuh membersihkan sel-sel rusak dan mendaur ulangnya menjadi energi baru,” ungkapnya.
Ustaz Gundala menegaskan bahwa tujuan utama puasa bukan hanya menyehatkan fisik, tetapi juga membentuk ketakwaan sebagaimana disebutkan dalam QS. Al-Baqarah ayat 183.
“Menurutnya, puasa yang sempurna adalah yang mampu menyehatkan tubuh sekaligus memperkuat spiritualitas,” pungkasnya.

