Rahmulyo Adi Wibowo
Ketua Fraksi PDI-P DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo.(Foto. BahteraJateng/day)
|

Fraksi PDI-P Desak Disdik Tindaklanjuti Dugaan Perundungan di SMP Nasima Semarang 

SEMARANG[BahteraJateng] – Fraksi PDI-P DPRD Kota Semarang menyoroti aduan warga terkait dugaan perundungan dan pengeroyokan yang menimpa anaknya, siswa SMP Nasima Semarang. Fraksi meminta pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk menangani kasus tersebut serta memberikan pendampingan kepada korban.

Hal itu disampaikan Ketua Fraksi PDI-P DPRD Kota Semarang, Rahmulyo Adi Wibowo. Menurutnya Dinas Pendidikan Kota Semarang harus segera memanggil pihak sekolah guna meminta penjelasan dan menentukan langkah yang akan diambil terkait kasus tersebut.

“Kami sudah menindaklanjuti dengan meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk segera memanggil pihak sekolah dan mengambil sikap terkait keputusan yang akan dilakukan,” kata Rahmulyo kepada BahteraJateng, Kamis (25/6).

Selain itu, Fraksi PDI-P juga meminta Disdik memberikan layanan konseling dan pendampingan psikologis kepada korban. Menurut laporan keluarga, korban mengalami trauma mendalam pascakejadian, termasuk rasa takut saat melihat toilet maupun berada di tengah kerumunan orang.

Rahmulyo juga mendorong keterlibatan DP3A Kota Semarang untuk memberikan pendampingan psikologis dan perlindungan anak.

“Penanganan kasus tidak boleh terhambat meski saat ini Disdik sedang fokus pada proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB),” imbuhnya.

Di sisi lain, Fraksi PDI-P telah berkomunikasi dengan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Semarang agar kasus tersebut mendapat perhatian dan penanganan lebih lanjut.

Rahmulyo menegaskan Kota Semarang yang menyandang predikat Kota Layak Anak harus berupaya mewujudkan lingkungan pendidikan yang bebas dari perundungan.

“Tidak ada alasan yang membenarkan tindakan bullying, termasuk jika korban dianggap memiliki kesalahan tertentu,” tegasnya.

Berdasarkan keterangan yang diterima dari orang tua korban, dugaan pengeroyokan dilakukan oleh tiga siswa dengan peran berbeda. Korban disebut mengalami luka lebam pada bagian tubuh dan telah menjalani visum untuk kepentingan penyelidikan.

Fraksi PDI-P berharap seluruh elemen masyarakat turut aktif melaporkan apabila menemukan kasus perundungan agar kejadian serupa tidak terus berulang di lingkungan pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *